Kupas Metode Mendidik Anak Bersama dr Aisah Dahlan Pentingnya Mengisi Lima Baterai Kasih Sayang

Nurul Hidayati • Dipublikasikan Senin, 19 Oktober 2026 | 19:21 WIB
MENDIDIK ANAK: dr Aisah Dahlan (berdiri) saat menjelaskan cara mendidik anak bersama keluarga PAMSI Dasan Geria, Lingsar, Sabtu (17/10). (NURUL/LOMBOK POST)
MENDIDIK ANAK: dr Aisah Dahlan (berdiri) saat menjelaskan cara mendidik anak bersama keluarga PAMSI Dasan Geria, Lingsar, Sabtu (17/10). (NURUL/LOMBOK POST)

LombokPost - Penanganan tumbuh kembang serta pembentukan karakter anak secara tepat kini menjadi perhatian utama di Pesantren Alam Sayang Ibu (PAMSI).

 Lembaga pendidikan Islam ternama ini secara khusus membedah metode pola asuh anak bersama pakar parenting nasional, dr Aisah Dahlan.

Pemahaman mendalam mengenai konsep lima baterai kasih sayang menjadi kunci untuk menjaga stabilitas emosi buah hati sejak dini.

Baca Juga: Gelar Seminar Parenting Bersama dr. Aisah Dahlan, Pesantren Alam Sayang Ibu Edukasi Orang Tua

Konsep lima baterai kasih sayang dr aisah dahlan ini diadaptasi langsung dari teori bahasa kasih, khususnya bagi anak yang masih berusia di bawah lima tahun.

Dalam pola asuh anak harian, kelima baterai emosional tersebut wajib diisi secara konsisten dan teratur oleh orang tua. 

Sebab, kondisi baterai yang kosong rentan memicu timbulnya penyimpangan perilaku serta tantrum yang membingungkan orang tua dalam pembentukan karakter anak.

Baca Juga: Saat Pesantren Alam Sayang Ibu dan Orang Tua Berjalan Seiring: Merawat Nilai dan Peradaban

Baterai pertama, yaitu pujian, diisi melalui ucapan kata-kata positif serta apresiasi tulus atas usaha harian buah hati.

Menurut penjelasan konsep lima baterai kasih sayang dr aisah dahlan, anak yang kekurangan pujian dalam pola asuh anak cenderung sering berteriak, mengejek, hingga menangis histeris demi menarik perhatian.

Oleh karena itu, pengisian baterai pujian secara rutin sangat menentukan keberhasilan pembentukan karakter anak agar tumbuh penuh percaya diri.

Baca Juga: Pesantren Alam Sayang Ibu Hadirkan dr. Aisah Dahlan Dalam Seminar Parenting

Baterai kedua adalah sentuhan fisik yang dipenuhi lewat pelukan hangat, ciuman, serta belaian lembut dari orang tua.

Indikasi kekosongan baterai sentuhan fisik dalam pola asuh anak biasanya terlihat saat anak mulai suka mencubit, memukul, atau menggigit. 

Melalui penerapan lima baterai kasih sayang dr aisah dahlan yang tepat, pemenuhan sentuhan fisik ini bakal menjadi benteng utama dalam pembentukan karakter anak yang lembut dan penuh empati.

Baterai ketiga, yakni waktu berkualitas, dipenuhi dengan meluangkan waktu mendampingi anak bermain tanpa gangguan gawai. ”Anak usia balita wajib diisi kelima baterai kasih sayangnya setiap hari,” kata dr Aisah Dahlan.

Baterai keempat adalah pelayanan yang diisi dengan membantu kebutuhan fisik buah hati seperti menyuapi makanan dan memandikan. Dalam prinsip lima baterai kasih sayang dr aisah dahlan, anak yang kekurangan pelayanan fisik rentan tumbuh menjadi pribadi yang suka menyuruh-nyuruh serta berlaku kasar. 

Penanganan pola asuh anak yang peka terhadap baterai pelayanan ini sangat vital agar proses pembentukan karakter anak tidak ternoda oleh perilaku merundung di kemudian hari.

Baterai kelima, yaitu hadiah, diisi melalui pemberian kejutan kecil sederhana seperti membuatkan segelas minuman kesukaan anak. Dampak kekosongan baterai hadiah dalam konsep lima baterai kasih sayang bisa membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang pelit. 

Kejelian orang tua dalam menjalankan pola asuh anak di area ini akan memastikan pembentukan karakter anak berkembang menjadi sosok yang dermawan dan peduli sesama.

Sementara itu, bagi anak di atas usia lima tahun, orang tua cukup berfokus mengenali dan memenuhi jenis baterai yang paling dominan. Kegagalan mengisi emosional anak sesuai panduan dapat memicu krisis percaya diri serta penurunan fokus belajar. Penerapan pola asuh anak yang disiplin pada akhirnya menjadi pilar utama dalam pembentukan karakter anak yang cerdas dan berakhlak mulia.

Sinergi yang kuat antara pihak pesantren dan orang tua menjadi pilar utama dalam mencetak generasi penerus peradaban masa depan. Pengasuh Pesantren Alam Sayang Ibu Jamaluddin Abdullah mengatakan seminar bersama dr Aisah Dahlan merupakan agenda rutin tahunan. Kehadiran pakar nasional untuk membedah lima baterai kasih sayang dr aisah dahlan ini diharapkan mampu memperluas wawasan pola asuh anak demi optimalisasi pembentukan karakter anak secara berkelanjutan. (NURUL HIDAYATI - Lombok Barat/r8)

Editor : Pujo Nugroho
Sumber : Lombok Post
pesantren alam sayang ibu Seminar Parenting Aisah Dahlan KAsih Sayang Pengasuh