Pembangunan Sekolah Rakyat Kuripan Dikebut

Nurul Hidayati • Dipublikasikan Senin, 19 Oktober 2026 | 21:39 WIB
SEKOLAH RAKYAT: Open House SRMP 18 Lobar di aula Sentra Paramita, Desa Bengkel, Sabtu (17/10). (IST/LOMBOK POST)
SEKOLAH RAKYAT: Open House SRMP 18 Lobar di aula Sentra Paramita, Desa Bengkel, Sabtu (17/10). (IST/LOMBOK POST)

LombokPost - Akses pendidikan berkualitas terbukti menjadi fondasi paling ampuh untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

Kehadiran Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) di Lombok Barat (Lobar) kini mulai memetik hasil.

Anak-anak dari keluarga prasejahtera yang semula minder kini perlahan unjuk gigi dan berani menggantungkan cita-cita tinggi.

Baca Juga: Anggaran Akses Sekolah Rakyat di Lombok Tengah: Pemkab Sebut Tersedia di 2026, DPRD 2027

”Sekolah Rakyat membuktikan anak-anak dari keluarga kurang mampu memiliki potensi besar jika diberi kesempatan belajar yang layak,” ujar Wabup Lobar Nurul Adha.

Kehadiran sekolah ini tidak sekadar mengejar capaian akademis semata.

Pola pengajaran di dalam kelas memadukan penguatan kecerdasan intelektual, emosional, hingga spiritual lewat pembiasaan ibadah harian.

Baca Juga: MPLS Sekolah Rakyat Lombok Utara Kembali Ditunda

Pendekatan karakter tersebut dibentuk agar para siswa memiliki mental baja serta daya saing tinggi saat terjun ke masyarakat kelak.

”Latar belakang ekonomi keluarga bukanlah penghalang bagi anak-anak untuk meraih mimpi dan masa depan yang gemilang,” tegas Nurul Adha.

Menurul wabup, meski semangat belajar para siswa membumbung tinggi, fasilitas fisik sekolah masih menghadapi ganjalan.

Baca Juga: Libatkan Sejumlah OPD di MPLS Sekolah Rakyat

Ruang kelas dan asrama yang ada saat ini masih menumpang, sementara pendaftar baru terus melonjak setiap tahunnya.

Menanggapi kondisi tersebut, pemda tengah memacu rencana pembangunan gedung sekolah permanen di Kecamatan Kuripan.

”Koordinasi intensif bersama Kemensos terus dilakukan agar proyek pembangunan gedung sekolah permanen dapat segera terealisasi,” tambahnya.

Di sisi lain, keberhasilan program pendidikan gratis dari pemerintah pusat ini tidak bisa berdiri sendiri.

Keterlibatan lingkungan keluarga tetap menjadi kunci utama agar karakter serta kedisiplinan anak-anak bisa terjaga, baik saat berada di asrama maupun ketika kembali ke rumah.

”Apa yang telah diberikan oleh Presiden dan Kemensos tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila orang tua tidak ikut mendorong anak-anaknya,” terang Kepala Sentra Paramita Mataram, Arif Rohman.

Sinergi antara Pemkab Lobar, pemerintah pusat, dan peran aktif orang tua diharapkan mampu membawa perubahan signifikan bagi anak-anak prasejahtera di Bumi Patut Patuh Patju.

Pendidikan gratis dan layak kini menjadi jembatan nyata bagi mereka untuk meretas kemiskinan dan meraih masa depan yang lebih mandiri.

Editor : Prihadi Zoldic
Sumber : Lombok Post
Lobar mandiri Sekolah Rakyat kemiskinan masa depan