PKL Minta Pembangunan Rest Area Gerbang Tembolak Dipercepat

Administrator • Dipublikasikan Rabu, 30 Juni 2021 | 00:47 WIB
BAKAL DITATA: Lokasi yang akan dijadikan sebagai rest area sekaligus tempat bagi PKL kawasan Gerbang Tembolak berjualan. (Ivan/Lombok Post)
BAKAL DITATA: Lokasi yang akan dijadikan sebagai rest area sekaligus tempat bagi PKL kawasan Gerbang Tembolak berjualan. (Ivan/Lombok Post)
MATARAM-Para pedagang kaki lima yang biasa berjualan di sekitar Gerbang Tembolak masih mengelus dada. Lantaran mereka belum bisa berjualan seperti sediakala. Meskipun Pemkot Mataram sudah menyiapkan lokasi di eks Lesehan Bebek Pondok Galih untuk tempat jualan sementara.

"Kami lihat memang rest area sedang dikerjakan Pemkot Mataram. Cuma pedagang belum bisa berjualan normal seperti sebelumnya," ungkap Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Kota Mataram Syahidin kepada Lombok Post, kemarin (28/6).

Lokasi sementara di parkiran eks Lesehan Pondok Galih tidak seramai di lokasi sebelumnya. Karena pengendara yang ingin belanja harus memutar dulu di Bundaran Mataram Metro baru kemudian masuk ke lokasi para PKL. Berbeda dengan sebelumnya pengendara tinggal mampir di emperan jalan by pass dari arah menara Mataram Metro ke Gerbang Tembolak.

"Cuma mau bagaimana lagi. Kita kan memang tidak bisa menentang aturan," ucapnya.

Pedagang yang berjualan di jalan by pass dinilai membahayakan pengendara yang melintas. Mengingat jalan tersebut merupakan jalur cepat arah bandara ke Kota Mataram atau sebaliknya.

Sehingga solusi terbaik pedagang harus direlokasi ke lokasi rest area yang akan dibangun Pemkot Mataram. "Ya harapan kami rest area bisa dipercepat pembangunannya agar pedagang di Kota Mataram bisa segera berjualan. Kemudian dibuatkan akses jalan masuk yang representatif ke rest area agar pengendara yang melintas tertarik mampir belanja," ungkap Idin, sapaannya.

Ia mengaku pedagang kaki lima di Kota Mataram saat ini tak banyak yang menempati lokasi sementara. Mereka justru memilih berjualan di lokasi lain hingga keliling.

Ahyar Rosidi, salah satu pedagang kaki lima asal Jempong berharap bisa segera berjualan kembali seperti sediakala. Ia percaya jika pemerintah tidak akan mengabaikan warganya. Sehingga ketika rest area selesai, warga yang datang berbelanja bisa lebih nyaman. "Mudahan bisa ramai nanti," harapnya.

Kepala Dinas PUPR Kota Mataram Miftahurrahman mengatakan pihaknya saat ini sedang mengerjakan proyek rest area sesuai arahan wali kota. Di lokasi rest area nantinya akan disiapkan tempat khusus bagi PKL untuk berjualan.

"Sedang kami pasang talud dan nanti diurug. Ada lokasi empat are yang bisa dimanfaatkan PKL," jelas Miftah sapaannya.

Sementara di lokasi eks Lesehan Bebek Pondok Galih akan disiapkan menjadi Ruang Terbuka Hijau dengan konsep taman dan tempat rekreasi. Sehingga pengendara yang melintas bisa istirahat di lokasi tersebut memarkir kendaraannya sambil menikmati makanan dan minuman yang dijual para pedagang kaki lima. (ton/r3) Editor : Administrator
PKL Mataram gerbang tembolak