MATARAM-Warga Tanjung Karang, Sekarbela, Kota Mataram kembali digegerkan dengan penemuan mayat, Sabtu (7/3). Mayat yang itu teridentifikasi bernama Sapri mengapung di Pantai Bangsal Tanjung Karang.
"Pertama kali mayat itu ditemukan seorang anak yang bermain layang-layang di pinggir pantai," kata Kapolsek Ampenan AKP M Nasrullah usai mengevakuasi korban, kemarin (7/3).
Selanjutnya, anak itu pulang memberitahukan ke orang tuanya, M Ridwan bahwasanya ada mayat mengapung di pantai. Selanjutnya, Ridwan meminta bantuan ke warga sekitar. "Warga masyarakat bekerjasama mengevakuasi korban ke pinggir pantai," jelasnya.
Selanjutnya, anggota yang mendapatkan informasi langsung ke lokasi. Sekitar pukul 13.40 Wita jenazah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTB. "Untuk dicek penyebab kematiannya," kata dia.
Sejauh ini belum diketahui penyebab kematiannya. Karena belum dicek dokter forensik. "Sementara ini kita belum mengetahui penyebab kematiannya," ujarnya.
Setelah ditelusuri identitasnya, Sapri adalah warga Lingkungan Jempong Barat, Mataram. Dari keterangan keluarganya, jenazah mengalami gangguan jiwa. "Sudah 01 tahun ini jenazah ini (Sapri,Red) menjalani pengobatan di rumsah sakit jiwa," kata dia.
Terpisah, Juru Bicara RS Bhayangkara AKP Daniel S Walewangko mengatakan, pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi. Sehingga, tim dokter hanya melakukan visum luar. "Hasilnya, tidak ada tanda-tanda kekerasan," kata Daniel.
Baik itu dari benda tajam maupun benda tumpul. Hanya terdapat luka gores dibagian kepalanya.
"Diduga karena ada benturan dikepala," ungkapnya.
Daniel memperkirakan, luka dibagian kepala itu seperti terbentur karang. Hal itu yang menyebabkan korban tidak bisa menyeimbangkan diri. "Kemungkinan, dia mandi di pantai, karena di dalam kantung celananya masih terdapat pasir pantai," jelasnya.
Pihak keluarga sudah mengikhlaskan peristiwa yang menimpa Sapri. "Kami sudah kembalikan ke pihak keluarga untuk di semayamkan," pungkasnya. (arl/r2)
Editor : Administrator