Operasi Patuh Gatarin tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. ”Selain mematuhi aturan lalu lintas, juga harus mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan,” jelasnya.
Seperti, menggunakan masker, menjaga jarak, dan selalu mencuci tangan. Operasi ini merupakan momen memberikan informasi ke masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan. ”Para pengendara wajib menggunakan masker,” tegasnya.
Kesadaran para pengendara mematuhi protokol kesehatan sangat diperlukan. Guna memutus rantai penyebaran Covid-19. ”Saat ini, kita harus berjuang bersama melawan Covid-19,” imbaunya.
Iqbal mengatakan, dimulainya adaptasi baru diharapkaan mampu memacu kembali pertumbuhan ekonomi di NTB. Peran dibidang lalu lintas cukup signifikan dalam mengawal penerapan adaptasi baru. ”Kita mengajak pengguna jalan untuk mematuhi protokol kesehatan saat berkendara,” ujarnya.
Pada operasi itu bukan saja dilakukan imbauan mematuhi protokol kesehatan. Melainkan juga bertujuan untuk menekan jumlah angka fatalitas korban kecelakaan .”Kita ketahui bersama, terjadinya kecelakaan lalu lintas selalu didahului dengan adanya pelanggaran,” ujarnya.
Dari data yang ada, angka kecelakaan lalu lintas dua tahun terakhir menurun. Tahun 2019 tercatat ada sebanyak 33 kejadian, sedangkan tahun 2018 ada 41 kecelakaan. ”Penurunannya mencapai 20 persen,” bebernya.
Begitu juga jumlah korban meninggal dunia mengalami penurunan hingga 68 persen. Tahun 2019 terdapat 15 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas. ”Sementara tahun 2018 ada sebanyak 22 orang meninggal dunia,” terangnya.
Kapolda memerintahkan semua petugas yang terlibat operasi patuh lebih militan. Lebih aktif melakukan penegakan hukum. ”Langkah itu untuk menyelamatkan masyarakat atau pengendara motor dari kecelakaan lalu lintas,” ucapnya.
Namun, pengekan hukum itu harus dengan upaya persuasif dan humanis. Harus berbicara baik-baik. ”Didahului dengan tegur sapa dan salam. Sehingga masyarakat bisa menerima dengan ikhlas,” ujarnya.
”Sosok TNI-Polri dan petugas lain yang ada di lapangan merupakan penyelamat dan pengayom mereka,” ujarnya.
Tak Gunakan Masker Belum Bisa Ditilang
Dirlantas Polda NTB Kombes Pol Noviar mengatakan, ada dua target yang ingin dicapai dalam operasi ini. Yakni, pendisiplinan pengendara mematuhi protokol kesehatan dan pendisiplinan ketertiban kesadaran kepatuhan berlalu lintas. ”Kita mengajak masyarakat untuk menggunakan masker dan pada saat antrian kendaraan roda dua menjaga jarak. Kita sudah memberikan tanda tempat berhenti sepeda motor di traffic light guna melakukan physical distancing,” kata Noviar.
Dia mengatakan, bagi pengendara yang tidak menggunakan masker belum bisa ditilang. ”Kita masih fokus melakukan imbauan dulu,” ujarnya.
Bukan berarti masyarakat harus bebas tidak menggunakan masker saat berkendara. ”Kita butuh kesadaran masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan,” imbaunya.
Dari data, secara umum dari evaluasi pelanggaran didominasi oleh tidak menggunaakan helm SNI, sabuk keselamatan, dan kelengkapan surat-surat kendaraan, serta kendaraan barang mengangkut orang. ”Pelanggaran itu harus ditertibkan,” ungkapnya. (arl/r2) Editor : Administrator