Kejadian berawal dari anggota melakukan patroli di Desa Batu Kumbung, Lingsar Lombok Barat (Lobar). Patroli dilakukan untuk mengantisipasi kasus pencurian. ”Patroli itu rutin dilakukan untuk antisipasi 3C (Curat, Curas, dan Curanmor),” jelasnya.
Saat berpatroli, tim melihat satu unit mobil carry melaju kencang dari arah timur. ”Posisinya, berpapasan dengan mobil carry,” ujarnya.
Terlihat, mobil carry tersebut memuat seekor sapi. Muncul kecurigaan. ”Anggota berbalik arah dan melakukan pengejaran,” jelasnya.
Tim meminta supir untuk berhenti. Namun, perintah anggota tak dihiraukan. ”Kami sudah menyuruh supirnya berhenti, tetapi tak diindahkan,” ujarnya.
Kecurigaan semakin kuat. Kalau hewan yang dimuat diduga hasil dari tindak kejahatan. ”Kami pun memberikan tembakan peringatan sebanyak tiga kali,” terangnya.
Tetapi, supir tak juga menghentikan mobilnya. Sehingga, anggota menembak bagian belakang mobil carry nomor kendaraan DR 8775 AE tersebut. ”Supir tak juga menghentikan kendaraannya,” kata dia.
Setelah menembak beberapa kali, akhirnya mobil tersebut berhenti. ”Berhentinya di wilayah Mantang,” bebernya.
Pelaku keluar dari kendaraan dan melarikan diri ke wilayah persawahan. ”Dari laporan ada tiga pelakunya,” ujarnya.
Setelah melakukan aksi saling kejar-kejaran, tim menyita satu ekor sapi, senjata tajam jenis parang, cadar warna hitam, dan sarung berwarna abu-abu. ”Semua barang bukti itu kita amankan ke Mapolsek,” terangnya.
Dewi menerangkan, tiga orang tersebut masih dikejar tim opsnal. Nama terduga pelaku sudah dikantongi. ”Semoga segera tertangkap,” harapnya.
Sejauh ini, pihaknya belum mengetahui siapa pemilik sapi tersebut. “Bagi masyarakat yang merasa kehilangan sapi dipersilakan menghubungi petugas kami,” imbaunya. (arl/r2)
Editor : Administrator