Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Diantarkan Makan Siang, Mantan Security Ditemukan Meninggal

Administrator • Senin, 4 Januari 2021 | 09:15 WIB
OLAH TKP: Pihak kepolisian melakukan olah TKP di lokasi penemuan jenazah Syahrir Arsyad di So Raba Sangga, Kelurahan Kendo, Raba, Kota Bima, Selasa malam (1/11). (Istimewa)
OLAH TKP: Pihak kepolisian melakukan olah TKP di lokasi penemuan jenazah Syahrir Arsyad di So Raba Sangga, Kelurahan Kendo, Raba, Kota Bima, Selasa malam (1/11). (Istimewa)
MATARAM-Seorang mantan security kantor travel berinisial MS ditemukan meninggal, Sabtu (2/1) lalu. Pria kelahiran Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), itu sudah dalam kondisi tak bernyawa di tempat kerjanya di Jalan Adi Sucipto, Kelurahan Pejarakan Karya, Ampenan, Mataram. ”Kami menerima laporan dari pihak keluarga sekitar pukul 16.00 Wita,” kata Kanitreskrim Polsek Ampenan Ipda Rusdi Hamdi usai evakuasi jenazah.
Jenazah kali pertama ditemukan keluarganya, Yunus Bireni sekitar pukul 14.00 Wita. Saat itu, Yunus mengantarkan makanan. ”Tetapi korban sedang tidak ada di lokasi,” jelasnya.
Yunus kemudian menanyakan keberadaan MS ke salah satu pedagang es kelapa muda di depan kantor travel tersebut. Tetapi pedagang tersebut juga tidak mengetahui keberadaannya.
Yunus pun masuk ke dalam kantor. Dia tersentak begitu melihat tergeletak di lantai belakang meja kantor. Yunus kemudian melapor ke Polsek Ampenan.
”Kami langsung menindaklanjuti laporan itu dan datang ke lokasi untuk melakukan olah TKP,” kata Ipda Rusdi.
Setiba di lokasi, korban sudah dalam kondisi meninggal dengan keadaan telungkup dan mengeluarkan kotoran. Dari hasil olah TKP, tidak ada barang korban yang hilang. ”Juga tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuhnya,” kata dia.
Dari keterangan keluarganya, korban memang sudah lama mengidap penyakit sesak napas dan menceret. ”Kesimpulan sementara, korban meninggal karena sakit. Bukan karena dibunuh,” jelas Rusdi.
Untuk memastikan penyebab meninggalnya, harus dilakukan otopsi. Tetapi, pihak keluarga tidak menyetujuinya. ”Saat ini, jenazah korban sudah dibawa ke RSUD Kota Mataram,” kata dia.
Dia juga belum menyimpulkan korban meninggal karena Covid-19. Karena, perlu menunggu hasil swab. ”Kita mengevakuasi dengan standar protokol kesehatan untuk mengantisipasi penyebaran covid-19. Itu memang prosedurnya,” ucapnya. (arl/r1) Editor : Administrator
#Kanitreskrim Polsek Ampenan Ipda Rusdi Hamdi #Mantan Security Meninggal #Polsek Ampenan