Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Polda NTB dan Lapas Mataram Lanjutkan Sinergi Perangi Narkoba

Administrator • Senin, 18 Juli 2022 | 01:23 WIB
BEBAS: Sembilan warga binaan Lapas Kelas IIA Sumbawa mendapat asimilasi di rumah, Senin (17/1). (ABET/LOMBOK POST)
BEBAS: Sembilan warga binaan Lapas Kelas IIA Sumbawa mendapat asimilasi di rumah, Senin (17/1). (ABET/LOMBOK POST)
MATARAM-Ditresnarkoba Polda NTB bersama Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Mataram memperkuat sinergitasnya. Dirresnarkoba Polda NTB Kombespol Deddy Supriadi bersama Kepala Lapas Mataram Ketut Akbar Herry Achjar pun membahas program yang akan dijalankan untuk memberantas dan menekan angka penyalahgunan narkoba. “Kita memiliki tekad yang sama, menjadikan NTB bersih dari narkoba (Bersinar) dan Lapas Bersinar,” kata Kombespol Deddy.

Sebelumnya, sinergitas dengan Lapas Mataram pernah dijalin ketika dirresnarkoba dijabat Kombespol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf. Menurut Deddy, sinergitas itu diperkuat lagi. “Kita memilki misi yang sama. Memberantas narkoba,” tekannya.

Deddy menambahkan, sinergitas bukan saja dijalin dengan Lapas Mataram. Hal yang sama dilakukan dengan instansi lain seperti Badan Narkotika Nasional (BNN) NTB dan stakeholder lainnya. “Sinergi itu dilakukan dengan seluruh stakeholder dan masyarakat,” kata alumni Akpol 1999 itu.

Deddy mengatakan, dirinya sudah banyak berdiskusi dengan Kombespol Helmi. Program yang sudah dijalankan akan dilanjutkan. “Bukan hanya mengenai penindakan. Tindakan preemtif terus akan kita bangun,” kata mantan wakapolres Metro Bekasi itu.

Kepala Lapas Kelas IIA Mataram Ketut Akbar Herry Achjar mengatakan, sinergi kuat yang akan dijalankan antara lain melakukan pertukaran informasi dan data. Mereka akan saling suplai informasi. “Jika ada peredaran gelap narkoba berhubungan dengan warga binaan di Lapas Mataram akan ditindaklanjuti,” tuturnya.

Menurutnya, tanpa ada bantuan dari pihak kepolisian mengentaskan peredaran gelap narkoba yang diduga melibatkan narapidana bakal tidak berjalan optimal. “Dari situlah kita perkuat lagi komitmen yang sudah terjalin lama dengan pejabat Ditresnarkoba yang baru,” ungkapnya.

Akbar menyampaikan, saat ini ada 1.300 warga binaan di Lapas Mataram. Sebagian besar terjerat kasus narkoba. “Hampir 65 persen isi dalam lapas dihuni kasus narkoba,” ungkapnya. (arl/r1) Editor : Administrator
#polda ntb #lapas mataram #Ditresnarkoba #Narkoba