Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Polresta Mataram Damaikan Warga Monjok dan Karang Taliwang yang Berkonflik Akibat Kasus Penganiayaan

Administrator • Selasa, 8 Agustus 2023 | 00:29 WIB
LINTAS GENERASI : Wagub NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah (duduk tiga dari kiri), Ketua Komisi V DPRD NTB Hj Wartiah (duduk empat dari kiri), tamu undangan, dan peserta undangan Dialog Summit Perempuan Lintas Agama dan Etnik untuk Perdamaian yang digelar The Ha
LINTAS GENERASI : Wagub NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah (duduk tiga dari kiri), Ketua Komisi V DPRD NTB Hj Wartiah (duduk empat dari kiri), tamu undangan, dan peserta undangan Dialog Summit Perempuan Lintas Agama dan Etnik untuk Perdamaian yang digelar The Ha
MATARAM-Pihak kepolisian mengambil langkah cepat mendamaikan warga Lingkungan Monjok di Kecamatan Selaparang dan Karang Taliwang di Kecamatan Cakranegara. Kepala lingkungan, keluarga korban dan keluarga pelaku penganiayaan, tokoh masyarakat, serta unsur TNI dihadirkan di Mapolsek Sandubaya, Senin (7/8).

”Seperti yang kita ketahui persoalan ini muncul hanya karena persoalan pribadi,” kata Kapolresta Mataram Kombespol Mustofa yang memimpin mediasi itu.

“Jadi, dengan selesainya ini (sudah berdamai) tidak ada lagi persoalan antar-warga,” tandasnya.

Mustofa mengingatkan seluruh warga agar tidak mudah terprovokasi. Sehingga keamanan dan  ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang sudah terwujud tetap terjaga. “Jangan mudah terpancing dengan bunyi petasan dan sebagainya (memicu persoalan baru),” imbaunya.

Polresta Mataram telah menyiapkan personel melakukan penyisiran di wilayah Monjok maupun Karang Taliwang. Penyisiran melibatkan unsur TNI dan Brimob Polri. Masing-masing kepala lingkungan juga akan mendampingi.

Penyisiran akan dilakukan dengan masuk ke rumah-rumah warga. Sasarannya mengambil senjata-senjata rakitan. ”Kalau ada kami temukan, langsung kami sita,” tegasnya.

Mustofa kembali menyampaikan, perdamaian antara warga Karang Taliwang dan Monjok tidak dibuat-buat. Tetapi atas dasar kemauan masing-masing pihak. ”Kami fasilitasi mereka untuk berdamai. Kami sudah terapkan RJ (restorative justice),” kata perwira menengah tiga melati ini.

Kaling Karang Taliwang H Siin mengatakan, warganya sudah berkomitmen menyelesaikan persoalan ini. ”Kita berterima kasih kepada aparat pemerintahan dan kepolisian yang telah memfasilitasi kami untuk menyelesaikan persoalan ini,” kata Siin.

Pihaknya bersama Kaling Monjok sudah berkomitmen dan sepakat untuk menjaga perdamaian. Menurutnya, konflik yang terjadi hanya antar-anak muda. “Bukan masalah kampung. Jadi ini semua sudah kita selesaikan,” tekannya.

”Kita akan hidup rukun bersama. Kedua lingkungan ini berjalan bersama. Kami tetap bersatu padu. Kami sebagian besar warga masyarakat adalah pedagang. Jika ada seperti ini juga mengganggu usaha kami,” ujarnya.

Kaling Monjok Suhaemi mengatakan, pihaknya sepakat menjaga lingkungan masing-masing. Semua persoalan itu tidak akan terulangi lagi. ”Kita sudah sepakat untuk hidup rukun bersama. Sama-sama menjaga keamanan lingkungan,” kata Suhaemi.

Dia meyakinkan ke masyarakat Monjok untuk tidak lagi terprovokasi isu yang tidak jelas. Tidak ada lagi persoalan tersebut. ”Pak Kapolresta Mataram sudah memberikan pernyataan tegas kalau ada yang menebarkan isu-isu yang memprovokasi warga lain akan ditindak tegas,” ujarnya. (arl/r1) Editor : Administrator
#Konflik Warga #Polresta Mataram #Monjok #Karang Taliwang #Penganiayaan