Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ditetapkan Jadi Tersangka oleh KPK, Wali Kota Bima: Hukum Harus Jadi Panglima

Marthadi Zuk • Jumat, 1 September 2023 | 21:36 WIB

 

Wali Kota Bima Muhammad Lutfi didampingi istrinya Hj Eliya menyampaikan pernyataan di hadapan pendukungnya.
Wali Kota Bima Muhammad Lutfi didampingi istrinya Hj Eliya menyampaikan pernyataan di hadapan pendukungnya.

LombokPost-Wali Kota Bima Muhammad Lutfi akhirnya angkat bicara setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

"Kita harus tunduk terhadap hukum. Hukum harus jadi panglima," ucapnya di hadapan para pendukungnya di kediamannya, Jumat (1/9).

Pernyataan itu disampaikan merespons penggeledahan di sejumlah tempat oleh tim penyidik KPK selama tiga hari ini.

Diketahui, dalam beberapa hari ini, Lutfi melaksanakan tugas dinas luar daerah. Pelaksanaan tugas ini bertepatan dengan kegiatan pengeledahan tim penyidik KPK.

Lutfi kembali berada di Kota Bima dan dijemput ratusan pendukungnya di Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima, Jumat (1/9). Wali Kota Bima tiba di Bandara Bima sekitar pukul 13.20 Wita. 

Sesampai di ruang penjemputan, Lutfi naik ke mobil menuju kediaman di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Rabadompu, Kota Bima. Di hadapan pendukungnya, Lutfi yang didampingi istri Hj Ellya berpesan kepada semuanya agar tunduk terhadap hukum.

"Saya tidak pernah berkecil hati, tidak pernah bersedih. Saya hanya menangis kalau tidak bisa membangun kota ini," ucapnya.

Sebagai wali kota, dia merasa sudah cukup gembira karena telah meletakkan pondasi Kota ini sejajar dengan kota-kota di daerah lain. "Walaupun penghargaan apresiasi saya sebagai tokoh Indonesia dibatalkan, tidak jadi masalah. Saya cukup mengerti," ujarnya.

Dia berharap proses hukum yang ditunggu ini bisa berjalan sesuai relnya. Sehingga keadilan bisa diletakkan setinggi-tingginya. Pada kesempatan itu, dia meminta agar jangan ada perdebatan apapun, berikan pendidikan politik terbaik orang Bima yang santun, berdedikasi, berprinsip, dan memiliki pemahaman yang lebih baik.

"Saya letakkan pendidikan karakter Maja Labo Dahu, itu falsafah hidup kita. Kita gali kembali. Mudah-mudahan keluarga bisa memahami karena bagi saya kebenaran itu tidak akan tertukar," tandasnya. (man/r8)

 
Editor : Marthadi
#KPK #Muhammad Lutfi #Korupsi #Wali Kota Bima