LombokPost-Seorang pekerja kafe bernama Iklam alias Alam dibekuk anggota TNI dari Korem 162/WB.
Pria asal Desa Sampungu, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, itu ditangkap di rumahnya wilayah Bajur, Lombok Barat.
“Yang bersangkutan diamankan karena mengaku sebagai anggota TNI AD berpangkat letkol (letnan kolonel). Dia menipu korban dengan iming-iming akan membantunya menjadi bintara,” jelas Danrem 162/WB Brigjen TNI Agus Bhakti.
Salah satu korbannya dijanjikan lulus seleksi bintara TNI AD dengan mengeluarkan uang Rp 400 juta.
Karena tidak lulus, Iklam kemudian mengembalikan Rp150 juta kepada korban.
Merasa ada yang janggal dan ditipu, korban melaporkan kejadian yang dialaminya.
Berangkat dari laporan tersebut, anggota Korem 162/WB menangkap Iklam.
Informasi sementara yang diterima Danrem, Iklam sudah melancarkan aksinya sejak 2022.
“Kami belum tahu berapa korbannya. Yang jelas, yang melapor ke kami mengaku diminta uang Rp 400 juta,” bebernya.
Saat diamankan, petugas menemukan sejumlah peralatan TNI. Antara lain seragam TNI serta senjata api lengkap dengan pelurunya.
Barang-barang itu disimpan di sebuah kotak. Ini yang diduga gunakan untuk mengelabui korban.
Namun Agus memastikan senjata yang ditemukan di rumah Iklam tidak sama dengan milik TNI. “Setelah kami cek, ternyata tidak ada satu pun yang mirip seperti milik anggota,” katanya.
Untuk status hukumnya, belum bisa dipastikan pelanggaran jenis apa yang dilakukan Iklam. Pihak Korem 162/WB sudah berkoordinasi dengan kepolisian untuk mendalaminya.
“Kami akan serahkan ke polisi,” kata alumni Akmil 1996 ini.
Agus menegaskan, dalam perekrutan anggota TNI tidak dikenakan biaya sepeser pun.
Sehingga ia meminta masyarakat tidak mudah percaya kepada pihak yang menjanjikan lulus menjadi anggota TNI dengan membayar uang jumlah tertentu.
“Jadi, proses seleksi masuk anggota TNI Angkatan Darat tidak dipungut biaya,” tegasnya. (ton/r1)
Editor : Marthadi