Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kepala Desa Jenggik Lotim Sebut Warganya yang Ditangkap Densus 88 Sudah Diawasi Sejak 2016

Supardi/Bapak Qila • Jumat, 20 Oktober 2023 | 23:35 WIB
Kondisi rumah terduga teroris di Jenggik, Kecamatan Terara, Lotim, Kamis (19/10).
Kondisi rumah terduga teroris di Jenggik, Kecamatan Terara, Lotim, Kamis (19/10).

LombokPost-Tim Densus 88 Anti Teror Polri menangkap dua orang warga Kecamatan Terara, Lombok Timur (Lotim), Kamis (19/10). Masing-masing berinisial M, warga Desa Jenggik dan I, warga Desa Terara. Mereka diduga terlibat jaringan teroris.

Informasinya, M sudah cukup lama diawasi tim densus. “Informasi yang saya terima dari staf, dia sudah diawasi sejak tahun 2016 itu,” tutur Kepala Desa Jenggik Muh. Izhar.

Izhar menuturkan, tim Densus 88 datang ke rumah M sekitar pukul 10.00 Wita. Saat itu M sedang mengeluarkan rombong, tempatnya berjualan es boba di depan rumahnya. “Dia (M, Red) langsung dimasukkan ke dalam mobil Innova putih kemudian dibawa, tim yang lainnya melakukan penggeledahan di rumahnya,” tutur kades enerjik ini.

Sang kades juga menuturkan, warganya tersebut pernah menjadi pekerja migran Indonesia (PMI) ke Korea. “Tetapi kabarnya dia juga pernah ke Timur Tengah,” katanya.

Selama ini, M diketahui berjualan es boba di depan rumahnya. Dia juga diketahui menjual madu di dalam rumah.

“Sehari-hari dia berjualan. Tapi kalau malam kita tidak tahu apa aktivitasnya. Kalau ada acara (di desa) dia tidak pernah hadir,” kata Izhar.

Penangkapan M oleh tim Densus 88 juga dibenarkan Warman, paman dari M. “Begitu saya dapat informasi, saya langsung mendatangi rumahnya. Tapi begitu saya sampai di rumahnya, hanya beberapa orang yang kumpul,” tutur Warman.

Dia tidak menyangka M yang dikenalnya ramah itu bisa terlibat jaringan teroris. Warman juga mengenal keponakannya itu sosok yang rajin dan taat beribadah. Hampir setiap waktu selalu hadir salat berjamaah di masjid yang tidak jauh dari rumahnya. “Makanya kami tidak menyangka kalau dia terlibat jaringan teroris,” ungkapnya.

Bahkan M juga sangat aktif ketika ada gotong royong di masjid. Malah dia lebih gesit dan kuat bekerja daripada masyarakat yang lain. Namun di sisi lain, M diketahui jarang bergaul dengan masyarakat.

Sementara itu, pantauan Koran ini kemarin, rumah M dengan teras dan pintu menghadap barat, terlihat sepi. Beberapa orang yang melintas di jalan arah utara-selatan, sekitar 50 meter dari pertigaan kantor desa Jenggik, terlihat curi-curi pandang ke arah pintu gerbang rumah M yang berwarna kuning keemasan itu. Beberapa orang juga nampak memperhatikan keadaan sekitar lalu beranjak pergi.

Sementara itu, Kapolres Lotim AKBP Hery Indra Cahyono mengatakan, penangkapan dilakukan langsung Densus 88 Anti Teror. Pihaknya hanya mengamankan lokasi agar tidak terjadi gangguan kamtibmas. “Kami hanya kerahkan Bhabinkantibmas, Intel, dan Sabara saja untuk mengamankan lokasi saat pengkapan,” terangnya.

Hery mengatakan, situasi di sekitar lokasi saat penangkapan hingga tadi malam relative kondusif. (cr-par/r1)

Editor : Marthadi
#densus 88 #teroris #Desa Jenggik #Lombok Timur