Wakil bupati (Wabup) Sumbawa itu menjalani pemeriksaan lebih dari empat jam terkait kasus dugaan korupsi pengadaan masker di Pemprov NTB tahun 2020-2021.
Adik dari mantan Gubernur NTB Zulkieflimansyah ini menjalani pemeriksaan mulai pukul 10.00 hingga 14.15 Wita.
“Kedatangan wabup Sumbawa sehubungan dengan pemanggilan kami yang sempat tertunda. Beliau hadir memberikan keterangan sebagai saksi terkait perkara masker,” jelas Kasatreskrim Polresta Mataram Kompol I Made Yogi Purusa Utama.
Dewi datang mengenakan baju batik cokelat hitam dan kerudung merah muda.
Begitu keluar dari ruang pemeriksaan, ia langsung menuju kendaraannya.
Wajahnya tidak terlihat jelas karena menggunakan masker warna putih.
Sejumlah wartawan berupaya mengonfirmasinya atas pemeriksaan yang dijalani.
Namun ia tetap diam sambil terus berjalan dan masuk ke dalam mobilnya.
Yogi mengatakan, pemeriksaan Dewi Noviany untuk melengkapi semua keterangan yang telah dikumpulkan penyidik.
Keterangannya akan dikombinasikan dengan keterantgan dari 105 pelaku UMKM serta ASN yang telah dimintai keterangan.
Ratusan saksi telah diperiksa kembali semenjak kasus ini naik status menjadi penyidikan.
Jumlah saksi yang cukup banyak ini karena pengadaan masker ini dilakukan di Pulau Lombok dan Sumbawa. Saat pengadaan masker dengan anggaran Rp 12,3 miliar tersebut, Dewi menjabat sebagai kasubbag TU di BPKAD NTB.
“Penyampaian rekan-rekan UMKM, mereka mendapatkan informasi pengadaan masker dari Dewi. Sehingga ini yang perlu dikroscek,” terang Yogi.
Sementara itu Kusnaini, kuasa hukum Dewi Noviany menyampaikan kehadiran kliennya untuk kali kedua sebagai saksi.
Dia menegaskan, pemeriksaan ini tidak ada kaitannya dengan jabatan Dewi sebagai wabup Sumbawa.
Namun, pemanggilan dan pemeriksaan ini terkait sebagai kasubbag TU BPKAD NTB saat proyek pengadaan masker dilaksanakan.
“Banyak UMKM Sumbawa yang mendapatkan informasi pengadaan masker di Dinas Koperasi NTB. Nah, kebetulan beliau baru pindah ke sini (Pemprov NTB), beliau akhirnya memberikan informasi ke pelaku UMKM jika memang benar ada pengadaan maseker,” terangnya.
Total pengadan masker di Kabupaten Sumbawa mencapai 48 ribu.
Pengadaan masker tersebut dilakukan satu pelaku UMKM yakni UD Family Taylor.
“Tidak ada kebijakan beliau dalam pengadaan masker. Kapasitasnya hanya membantu menginformasikan kepada pelaku UMKM di Sumbawa terkait pengadaan masker,” klaimnya. (ton/r1)
Editor : Marthadi