Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Orang Tua Korban Kecelakaan Bus Putera Fajar, Saya Hanya Ingin Tahu Kenapa Anak Saya Jadi Korban

Prihadi Zoldic • Selasa, 14 Mei 2024 | 21:03 WIB
Tangkapan layar IG Jawa Pos.
Tangkapan layar IG Jawa Pos.

 

LombokPost-Rosdiana, satu di antara 11 ahli waris korban kecelakaan Bus Putera Fajar, hanya bisa mengharapkan apa yang tak mungkin bisa diharapkan lagi: berkumpul bersama sang anak.

Selain para korban meninggal, Jasa Raharja juga menjamin pengobatan korban luka berat dan ringan.

Rosdiana tentu sama sekali tak bermaksud tidak menghargai santunan yang dia terima kemarin (13/5).

Namun, yang ada di benaknya saat ini hanya kenangan tentang sang anak yang tak akan pernah dia temui lagi, Mahesya Putra.

 

 

Siswa SMK Lingga Kencana, Depok, Jawa Barat, itu menjadi satu di antara 11 korban meninggal dalam kecelakaan bus Putera Fajar pada Sabtu (11/5) malam di Ciater, Subang.

Bus tersebut mengangkut rombongan SMK Lingga Kencana yang baru menjalani rangkaian perpisahan di Bandung.

Kemarin, Rosdiana bersama 10 ahli waris lainnya menerima santunan kematian dari PT Jasa Marga dan Pemkot Depok dengan didampingi perwakilan sekolah dan yayasan yang membawahkan sekolah.

 

 

Secara simbolis, santuna itu diserahkan Dirut PT Jasa Raharja Rivan Achmad Purwantono, Direktur Operasional Jasa Raharja Dewi Aryani Suzana, serta Asisten Ekonomi dan Pembangunan pada Sekretariat Daerah (Setda) Kota Depok M. Fitriawan yang mewakili wali kota Depok.

’’Terima kasih banyak atas bantuannya, tapi kami tidak mengharapkan bantuan ini. Yang kami harapkan hanya kumpul bersama anak kami. Tapi, apa boleh buat, harapan itu tidak akan pernah terjadi,’’ tutur Rosdiana seraya menitikkan air mata.

Tidak ada ahli waris yang tak menangis dalam penyerahan santunan kemarin.

Rivan menyampaikan duka mendalam atas kejadian di Ciater tersebut.

Bagi Rosdiana, secara pribadi dirinya tidak ingin menuntut banyak.

 

 

Dia hanya ingin tahu kenapa tragedi itu bisa terjadi hingga menimpa Mahesya Putra.

’’Dia itu anak pertama yang saya sayang. Harapan dia setelah lulus itu bisa lanjut bekerja, membantu perekonomian keluarga, memberi uang kepada ibunya. Namun, semua pupus sudah,’’ ungkapnya. (hiu)

Editor : Prihadi Zoldic
#SMK Lingga Kencana #Putera Fajar