LombokPost-Pihak Ponpes Al-Aziziyah Kapek, Gunungsari, Lombok Barat, menyatakan dukungannya terhadap pihak kepolisian mengusut tuntas kasus dugaan penganiayaan terhadap Nurul Izzati.
Pihak Ponpes juga berjanji akan terbuka dan tidak menutupi apapun.
Bahkan, mereka juga menyiapkan bukti rekaman CCTV mengenai aktivitas terakhir santriwati asal NTT tersebut saat meninggalkan ponpes, 14 Juni lalu.
"Pada saat yang tepat, kami akan mempublikasikan hasil rekaman CCTV pada hari Jumat tanggal 14 Juni 2024 pukul 16.53.05 Wita dan seterusnya," jelas Pengurus Asrama Ponpes Al-Aziziyah Ustad Amirudin.
Dalam rekaman tersebut, Nurul Izzati keluar dari ruang perizinan dengan berjalan kaki sambil membawa tas dan ranselnya.
Dia juga terekam bertemu paman yang menjemputnya di halaman pondok dan berjalan beriringan pulang.
"Inikah yang diberitakan selama ini kalau dipukul, kritis di pondok, lalu dibawa pulang. Sekali lagi janganlah menyimpulkan berdasarkan dugaan," ucap Amirudin.
Selama ini, opini yang terbangun di tengah masyarakat akibat pemberitaan di media sosial, Nurul Izzati sudah sakit sejak di ponpes.
Namun pihak ponpes terkesan lepas tangan dan tidak mengurus santriwatinya yang sakit.
”Padahal kenyataannya tidak demikian,” jelas dia.
Kondisi Nurul saat dijemput pamannya pulang, sebut dia, dalam keadaan sehat dan bisa berjalan sendiri.
”Tidak kritis seperti yang banyak dianggap orang,” kata dia.
Pihak ponpes pun sudah melakukan investigasi terkait dugaan Nurul dianiaya temannya.
Namun sejauh ini tidak ditemukan adanya indikasi penganiayaan. Sehingga dia menyerahkan semua persoalan ini ke aparat kepolisian.
"Silakan semua bekerja dan semua kita berkewajiban mengikuti titik terang mengusahakan kebenaran itu muncul," ucapnya.
Mewakili keluarga besar Pondok Pesantren Al-Aziziyah, Ustad Amirudin bersama pengurus lainnya juga datang ke RS Bhayangkara menyalatkan jenazah Nurul Izzati.
Salat jenazah diimami Ustad HM Sidiq, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Aziziyah.
"Terkait hasil autopsi tentu menjadi kewenangan dokter forensik untuk memberikan penjelasan," terangnya.
Sedangkan untuk pembiayaan selama perawatan sudah dikoordinasikan dengan pihak RSUD R Soedjono Selong.
Diperoleh informasi sementara pembiayaan telah ditalangi pihak PPA Lombok Timur.
"Sejak malam ini dan seterusnya, para asatidz (ustadz) dan santri kami, baik di asrama putra maupun asrama putri membacakan Alquran, zikir dan doa untuk almarhumah adik kami," ucapnya.
Untuk segala proses hukum selanjutnya, Ustad Amirudin sejak awal menegaskan pihak ponpes terbuka.
Mereka memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada pihak berwenang untuk mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi.
"Bila kebenaran telah datang, maka wajib hukumnya bagi semua pihak untuk mengikuti kebenaran itu. Pihak RSUD dr Soedjono Selong telah mengeluarkan hasil CT-Scan. Pihak forensik dalam beberapa hari ke depan juga mungkin akan mengeluarkan hasil forensik," tandasnya. (ton/r8)
Editor : Kimda Farida