Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dugaan Korupsi Bibit Sapi di Lobar Berjalan Lambat, Kejari Mataram Berkutat Pengumpulan Alat Bukti

Galih Mega Putra S • Selasa, 23 Juli 2024 | 16:50 WIB
Ivan Jaka. (TONI/LOMBOK POST)
Ivan Jaka. (TONI/LOMBOK POST)

LombokPost-Penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan bibit sapi di Lombok Barat berlanjut.

Hanya saja, penanganan kasus diusut bertahun-tahun ini belum memunculkan tersangka.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Mataram Ivan Jaka menegaskan kasus tersebut masih berproses.

”Sesuai KUHAP diatur minimal kami punya dua alat bukti. Mengumpulkan alat bukti ini tidak semudah membalik telapak tangan,” kata Ivan di Kantor Kejati NTB usai acara Hari Bakti Adhyaksa, Senin (22/7).

Dia menjelaskan, alat bukti itu bisa berupa keterangan saksi dan keterangan terdakwa, petunjuk ahli, surat atau dokumen serta hasil audit kerugian Negara.

”Memang saya akui itu lama. Karena selama ini kami masih berkutat pada kerugian negaranya,” jelas dia.

Ada empat objek bantuan hewan ternak dari dana pokir anggota dewan yang disalurkan kepada kelompok tani di Lombok Barat. Yakni bantuan bibit sapi eksotis, simental, sapi jantan atau betina, dan kambing.

”Kami mencari untuk pembanding tahunnya (pengadaan bibit sapi), ini yang belum kami temukan,” ujar Ivan.

Dia mengaku sudah koordinasi dengan pihak terkait. Namun belum ada kejelasan mengenai pembanding kerugian negara dalam kasus ini.

Namun demikian, Ivan menegaskan, dalam waktu dekat akan memberikan kepastian hukum terkait penanganan kasus ini.

”Dalam waktu dekat kami akan putuskan dan ekspose dengan Kejati NTB,” tegasnya.

Ivan mengatakan, pihaknya sudah koordinasi dengan Inspektorat NTB untuk mengusut kerugian negara dalam kasus ini.

Namun kendalanya yakni pembanding sapi yang sesuai dengan bantuan sapi tahun 2020 lalu.

”Tapi kami tidak menyerah. Ini masih penyidikan dan masih kami gali,” lanjutnya.

Diketahui, pengadaan bibit sapi di Lombok Barat berlangsung tahun 2020 lalu.

Paket pertama pengadaan bibit sapi jenis simental atau eksotis dengan anggaran Rp 540 juta dikerjakan CV NMU asal Lombok Tengah dengan penawaran Rp 489 juta.

Paket kedua pengadaan bibit sapi jantan juga kembali dikerjakan CV NMU dengan harga penawaran Rp 453 juta.

Paket ketiga pengadaan bibit kambing juga lagi-lagi dimenangkan CV NMU dengan harga penawaran Rp 300 juta.

Sedangkan paket keempat menggunakan APBD perubahan dengan pagu anggaran Rp 2,244 miliar dengan total pengadaan 264 bibit sapi dimenangkan perusahaan asal Kota Bima inisial BJ dengan harga penawaran Rp 1,97 miliar. (ton/r8)

Editor : Kimda Farida
#sapi #Korupsi