Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Polres Lobar Selidiki Pembakaran Kamp Tambang Ilegal WNA di Sekotong

Galih Mega Putra S • Selasa, 13 Agustus 2024 | 12:51 WIB
DIDUGA DIBAKAR: Warga lokal diduga membakar camp WNA asal China yang disinyalir melakukan penambangan ilegal menggunakan alat berat di area tambang rakyat wilayah Desa Buwun Mas.(TANGKAPAN LAYAR)
DIDUGA DIBAKAR: Warga lokal diduga membakar camp WNA asal China yang disinyalir melakukan penambangan ilegal menggunakan alat berat di area tambang rakyat wilayah Desa Buwun Mas.(TANGKAPAN LAYAR)

LombokPost-Polres Lombok Barat menyelidiki dugaan pembakaran kamp milik warga Negara asing (WNA) di Sekotong, Sabtu (10/8) pekan lalu.

Kamp ini diduga dibakar warga setempat karena WNA asal China ini melakukan penambangan emas secara ilegal.

Informasi yang dihimpun Lombok Post, pembakaran dilakukan di dua lokasi, yakni di Dusun Lendek Bare dan Dusun Batu Montor, Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat.

Pembakaran disinyalir karena warga merasa geram karena WNA asal China melakukan penambangan menggunakan alat berat.

Selain menyebabkan kerusakan lingkungan, penambangan tersebut merugikan warga lokal. Karena lokasinya masuk area tambang rakyat.

Kapolres Lombok Barat AKBP I Komang Sarjana membenarkan adanya aksi pembakaran kamp milik WNA di Sekotong.

”Iya (ada pembakaran kamp WNA),” jawabnya, Senin (12/8)

Menyikapi kejadian ini, Polres Lombok Barat langsung menurunkan personel untuk mengecek lokasi tempat terjadinya pembakaran.

”Kami sudah melakukan penyelidikan dan penyidikan,” ucapnya.

Kapolres Lobar memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Hanya kerugian materil yang saat ini sedang dihitung. Sementara, WNA yang dicurigai melakukan aktivitas penambangan ilegal juga tidak ditemukan di lokasi.

”Belum ada (WNA diamankan). WNA ketika kejadian berlangsung (pembakaran), sudah tidak ada di lokasi,” jelasnya.

Kasatreskrim Polres Lombok Barat Iptu Abisatya Darma Wiryatmaja menambahkan personel langsung diturunkan pasca terjadinya pembakaran, Minggu (11/8).

Petugas menemukan sisa pembakaran gudang semi permanen yang ada di lokasi tersebut.

”Kami juga menemukan beberapa alat berat. Ada dua dump truk dan tiga ekskavator yang kami temukan di lokasi,” jelas Abisatya.

Sementara pihak Kantor Imigrasi Mataram pun merespons cepat informasi mengenai adanya WNA asal China yang diduga melakukan aktivitas penambangan ilegal.

Kepala Kantor Imigrasi Mataram Selfario Adhityawan Pikulun mengatakan, timnya bersama pihak kepolisian akan turun mengecek lokasi camp WNA yang diduga dibakar warga.

”Kami bersama pihak intelijen polres akan turun ke sana,” akunya, kemarin.

Hal ini penting guna memastikan apakah benar ada atau tidak WNA yang melakukan penambangan ilegal.

Termasuk memastikan WNA itu memiliki dokumen keimigrasian untuk tinggal dan bekerja. (ton/r8)

Editor : Kimda Farida
#Lobar #polres