Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kasus Kematian Santri Al Aziziyah Masih Misteri, Ayah Korban Datangi Polres Mataram

Galih Mega Putra S • Rabu, 21 Agustus 2024 | 15:05 WIB
BELUM TERUNGKAP: Mahmud, orang tua almarhumah Nurul Izzati, santriwati Ponpes Al Aziziyah, Lombok Barat, saat menghadiri pemeriksaan di Polresta Mataram, belum lama ini.(TONI/LOMBOK POST)
BELUM TERUNGKAP: Mahmud, orang tua almarhumah Nurul Izzati, santriwati Ponpes Al Aziziyah, Lombok Barat, saat menghadiri pemeriksaan di Polresta Mataram, belum lama ini.(TONI/LOMBOK POST)

LombokPost-Mahmud, ayah dari almarhumah santriwati Ponpes Al Aziziyah Lombok Barat Nurul Izzati masih terus berjuang mencari kebenaran.

Dia bersama kuasa hukumnya mendatangi Polresta Mataram, Senin lalu (19/8).

Dia menanyakan progres penanganan kasus dugaan penganiayaan yang menyebabkan anaknya meninggal dunia.

”Saya kemarin (Senin) datang untuk menanyakan sejauh mana progres penanganan kasus almarhumah anak saya,” kata Mahmud kepada Lombok Post, kemarin.

Dia mengatakan, sampai saat ini misteri penyebab kematian anaknya belum juga terungkap. Apakah Nurul Izzati meninggal akibat penganiayaan selama berada di Pondok pesantren atau tidak.

Karena itu, Mahmud meminta kepastian kepada pihak kepolisian agar kasus ini tidak terkesan dibiarkan begitu saja tanpa ada kejelasan.

”Kami hanya meminta kejelasan. Kalau memang ada penganiayaan, tolong diungkap. Kalau memang tidak ada pun tolong disampaikan,” pintanya.

Kasatreskrim Polresta Mataram Kompol I Made Yogi Purusa Utama menegaskan, saat ini penanganan kasusnya masih terus berjalan. Pihaknya mengagendakan dalam waktu dekat untuk melakukan pemeriksaan saksi ahli dari kalangan dokter forensik.

”Rencana tindak lanjut akan memeriksa saksi ahli,” kata Yogi.

Ditanya kapan pihaknya akan meminta keterangan ahli dokter forensik, Yogi belum bisa memastikan.

”Kami sesuaikan nanti kalau mereka tidak bisa datang karena kesibukan, tentu akan kami undang lagi. Yang jelas pasti akan kami mintai keterangan dari ahli forensik,” paparnya.

Pihak Polresta Mataram sampai saat ini sudah meminta keterangan dari sekitar 50 orang lebih.

Baik dari kalangan pihak ponpes, tenaga kesehatan di puskesmas, rumah sakit, dan klinik yang pernah merawat almarhumah Nurul Izzati sebelum meninggal dunia.

Penyidik Satreskrim Polresta Mataram juga saat ini telah mengantongi hasil otopsi secara tertulis dari pihak Instalasi Forensik RS Bhayangkara Mataram.

Namun hingga saat ini, belum diungkap hasil otopsi tersebut. (ton/r8)  

Editor : Kimda Farida
#Ponpes #santriwati