Penyidikan kasus ini sampai sekarang belum memunculkan tersangka.
Namun penyidik Satreskrim Polresta Mataram memastikan proses penyidikan masih tetap berjalan.
"Penanganan kasus ponpes ini masih berproses. Rencana tindak lanjut, kami akan mengundang pihak dari ponpes untuk dimintai keterangan," kata Kasatreskrim Polresta Mataram Kompol I Made Yogi Purusa Utama, Senin (14/10).
Pemeriksaan ulang akan diagendakan untuk meminta keterangan dari ketua yayasan, ketua ponpes, dan ahli forensik yang sudah melakukan otopsi terhadap jenazah Nurul Izzati.
Yogi mengaku, hasil otopsi memang telah didapatkan. Namun dia belum bisa memastikan apakah ada indikasi penganiayaan terhadap Nurul Izzati.
"Memang sudah kami dapatkan hasil otopsi secara tertulis tetapi kami belum periksa ahli dari forensik. Jadi, soal otopsi belum bisa kami sampaikan ke publik," ujarnya.
Yogi menjelaskan, rangkaian penanganan kasus ini berjalan cukup panjang dengan melihat dari segala aturan yang berjalan di Ponpes Al-Aziziyah.
Mulai dari perizinan terkait kegiatan apa saja yang ada di ponpes hingga SOP penanganan awal korban seperti apa.
"Itu makanya kami juga agendakan pemeriksaan pihak poskestren, itu ditangani unit tipidter (tindak pidana tertentu)," ucap dia.
Saat ini penyidik masih berupaya mengungkap penyebab kematian Nurul Izzati, santri asal Nusa Tenggara Timur.
Selama proses penyelidikan hingga penyidikan berlangsung, tercatat sedikitnya ada 50 saksi yang masuk dalam agenda pemeriksaan penyidik. Mereka berasal dari pihak pengurus Pondok Pesantren Al-Aziziyah dan santriwati.
Ada juga permintaan keterangan ahli pidana maupun psikolog serta tenaga kesehatan di Lombok Timur yang sempat memberikan perawatan medis terhadap almarhumah sebelum akhirnya meninggal.
Pelapor yang merupakan orang tua almarhumah juga masuk dalam agenda pemeriksaan.
Pada proses pemeriksaan saksi dari kalangan santriwati usia anak, penyidik turut memberikan pendampingan dari pekerja sosial dan lembaga perlindungan anak (LPA).
Diketahui, Nurul Izzati meninggal dunia, Sabtu (29/6). Dia menghembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan secara intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Raden Soedjono, Lombok Timur.
Pihak Ponpes Al Aziziyah menegaskan siap bekerja sama mengungkap misteri meninggalnya Nurul Izzati.
"Kami terbuka kepada pihak kepolisian untuk mengungkap fakta penyebab wafatnya santriwati kami. Agar semua misteri ini terang benderang," ujar pengasuh Ponpes Al-Aziziyah Amiruddin kepada Lombok Post, belum lama ini. (ton/r8)
Editor : Marthadi