LombokPost-Kapolsek Mataram AKP Mulyadi memimpin pengamanan aksi di depan kantor Gubernur NTB, Rabu (30/10).
Aksi unjuk rasa ini ini melibatkan Aliansi Pembela Petani Tembakau Lombok, LIRA, KSPN, dan GEMPAR NTB.
"Pengamanan ini melibatkan 219 personel pengamanan gabungan Polresta Mataram dan jajaran Polsek yang dipimpin padal di lokasi pengamanan masing-masing," kata Kapolsek Mataram AKP Mulyadi, kemarin.
Pengamanan dilakukan secara terbuka maupun tertutup di dalam gedung.
Polsek Mataram mengedepankan sikap humanis agar pelaksanaan unjuk rasa bisa berjalan secara aman dan tertib.
Langkah ini untuk mencegah gesekan dan konflik saat unjuk rasa berlangsung.
"Polresta Mataram dan Polsek Mataram akan selalu siap memberikan pengamanan pada setiap kegiatan unjuk rasa di wilayah hukumnya," jelasnya.
Mulyadi menjelaskan, jumlah massa aksi sekitar 50 orang. Unjuk rasa dipimpin Korlap Fatahilah, Sudirman, Kang Hakim dan M. Subur.
Mereka mengeluhkan sikap pimpinan perusahaan tembakau yang ada di Pulau Lombok karena tidak merealisasikan hasil kesepakatan bersama.
Beberapa persoalan yang dirasakan masyarakat petani Lombok, yakni dugaan adanya permainan para oknum pelaku pengusaha gudang tembakau yang ada di lapangan.
Sehingga terjadi penutupan pembelian tembakau di masyarakat.
Massa aksi diterima Asisten II Gubernur NTB H Fathul Gani dan Kabid Perkebunan Distanbun NTB Riffai.
Mereka menyampaikan pada tahun ini pemerintah sedang fokus di masa-masa Pilkada.
"Namun kami berjanji bahwa besok pagi dinas pertanian akan turun ke Lombok Timur dan Lombok Tengah ingin mendengar secara langsung aspirasi masyarakat," kata Fathul Gani.
"Saya memahami apa yang menjadi keinginan teman - teman yang datang. Pemerintah siap memfasilitasi pengusaha penanam tembakau," pungkasnya. (ton/r8)
Editor : Kimda Farida