LombokPost-Misteri kematian Nurul Izzati, santriwati Ponpes Al-Aziziyah Gunungsari, Lombok Barat, belum juga terungkap.
Penyidik Satreskrim Polresta Mataram masih kesulitan menemukan bukti dugaan penganiayaan yang dialami santriwati asal Nusa Tenggara Timur (NTT) itu.
“Kami masih periksa saksi dan dalami alat bukti. Kami cek dari korban sakit sampai korban meninggal. Itu memang betul ada luka akibat benda tumpul,” kata Kasatreskrim Polresta Mataram AKP Regi Halili kepada Lombok Post, Selasa (5/11).
Keterangan mengenai adanya indikasi luka akibat benda tumpul tersebut disampaikan pihak puskesmas hingga rumah sakit tempat Nurul Izzati dirawat sebelum menghembuskan napas terakhir.
Untuk itu, polisi masih terus melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak terkait. Khususnya dari pihak ponpes, mulai dari kalangan guru, teman korban, hingga pihak terkait lainnya.
“Setiap kami periksa dari pihak pesantren, seluruhnya masih menjawab tidak tahu. Kami sudah periksa teman dekatnya, teman sekamarnya, semua masih tidak tahu,” bebernya.
Namun dia memastikan sampai saat ini penyidikan masih tetap berlangsung. Agenda pemanggilan sejumlah saksi juga masih terus dilakukan.
“Mudahan tahun ini terungkap. Karena ini berkaitan dengan lembaga pondok pesantren. Ini akan kami ungkap titik terangnya seperti apa,” ucap dia.
Diketahui, pihak keluarga Nurul Izzati masih menunggu kejelasan terkait kasus ini.
“Pihak keluarga sampai saat ini masih menunggu agar misteri kematian santriwati Nurul Izzati terungkap,” kata Yan Mangandar, kuasa hukum keluarga Nurul Izzati.
Dia berharap, ada kepastian yang didapatkan pihak keluarga mengenai penyebab kematian mendiang putri mereka.
Sehingga semua persoalan menjadi jelas dan tidak menimbulkan pertanyaan lagi. (ton/r8)
Editor : Marthadi