Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Diduga Ditabrak Mobil, Orang Tua Bocah 1,5 Tahun yang Tewas Minta Terduga Pelaku Diproses Hukum

nur cahaya • Kamis, 28 November 2024 | 15:12 WIB

 

MINTA PROSES HUKUM: Asmuji Karya Putri menunjukkan anaknya Raquenza Kinara Ramdhani yang meninggal dunia diduga ditabrak mobil, Selasa (26/11). TONI/LOMBOK POST
MINTA PROSES HUKUM: Asmuji Karya Putri menunjukkan anaknya Raquenza Kinara Ramdhani yang meninggal dunia diduga ditabrak mobil, Selasa (26/11). TONI/LOMBOK POST
 

LombokPost-Raquenza Kinara Ramdhani, balita perempuan berusia 1,5 tahun meninggal dunia diduga ditabrak mobil di gang kompleks perumahan Puri Anggrek, Lingkungan Mendega, Kelurahan Tanjung Karang, Kota Mataram.

Orang tua korban telah melaporkan kasus ini ke Satlantas Polresta Mataram.

”Kejadiannya hari Rabu tanggal 20 November sekitar 13.30 Wita. Saat itu kami semua di dalam rumah dan anak ini sedang makan es krim dan dia tiba-tiba keluar (rumah),” jelas Asmuji Karya Putri, orang tua korban, Selasa (26/11).

Tak berselang lama, bibi bocah tersebut melihat korban tersebut sudah tergeletak di jalan depan rumah mereka.

Namun saat kejadian, mereka tak melihat siapapun atau kendaraan yang diduga menabrak balita ini.

”Saat itu kami langsung bawa ke rumah sakit. Namun oleh dokter di rumah sakit, adek tersebut sudah meninggal dalam perjalanan. Sempat ditangani dibantu alat memacu jantungnya, tetapi nyawanya tak terselamatkan,” jelas dia.

Dia mengaku di bagian kepala ada bekas luka. Bahkan saat dimandikan, darah keluar dari telinga, hidung, dan mulutnya.

Kemudian di malam hari usai kejadian, orang tua salah satu warga inisial MJF datang ke rumah duka meminta maaf.

Dia menyampaikan jika MJF punya dua anak seperti Asmuji.

Ibu korban pun menaruh curiga dengan kedatangan orang tua MJF tersebut.

”Kok bisa dia datang minta maaf kalau tidak ada salah,” ungkapnya.

Setelah dia melihat rekaman CCTV milik salah satu tetangganya, saat kejadian berlangsung hanya ada satu mobil yang lewat, yakni mobil jenis HRV warna putih.

Mobil tersebut diduga milik MJF yang diketahuinya merupakan tetangganya yang bekerja sebagai dokter.

”Saya curiga anak saya ditabrak MJF dan sudah saya laporkan ke pihak kepolisian sejak pekan lalu. Makanya saya berharap proses hukum bisa dipercepat,” pintanya.

Asmuji meminta agar dilakukan proses hukum sebagaimana mestinya.

Jika memang terbukti, dia juga berharap terduga pelaku diberikan sanksi oleh instansi tempatnya bekerja maupun di organisasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

”Kami juga akan melaporkan persoalan ini ke IDI,” terangnya.

Kasatlantas Polresta Mataram AKP Yozana Fajri Sidik mengatakan pihaknya sudah menerima laporan terkait persoalan ini.

Sejak hari kejadian, pihaknya langsung menurunkan tim mengecek tempat kejadian perkara (TKP).

”Hari ini (Selasa) anggota kami juga ke rumah sakit meminta hasil visum korban. Sejak hari pertama kami kawal bahkan ikut tahlilan agar menjaga situasi tetap kondusif di sana,” jelas Yozana.

Saat ini, pihaknya masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak terkait hingga mengumpulkan barang bukti.

Hal ini dilakukan sesuai SOP untuk memenuhi administrasi penyelidikan.

Pihaknya juga telah memintai keterangan dari MJF terkait persoalan ini di Unit Gakkum.

”Hasil pemeriksaan memang belum disampaikan secara detail oleh penyidik. Namun keterangan awal MJF, saat mengendarai mobil dia merasa ada melindas seperti batu bata,” ungkap Kasatlantas.

Setelah itu, dia pulang dan melaporkan kejadian yang dialaminya kepada orang tuanya.

Untuk memastikan apakah MJF benar menabrak korban, pihak kepolisian akan melakukan gelar perkara.

”Yang jelas kami tetap melakukan proses hukum, pengumpulan bukti dan keterangan sejumlah pihak,” urainya.

Satlantas juga mengedepankan upaya persuasif dalam penanganan kasus ini agar tidak menimbulkan gejolak antar pihak keluarga.

Kedua pihak juga diminta melakukan komunikasi terkait kejadian ini.

”Namun jika tidak ada titik temu dari kedua pihak, tindak lanjutnya akan kami limpahkan ke Satreskrim (Satuan Reserse dan Kriminal). Kami nanti akan tunggu arahan pimpinan,” tandasnya. (ton/r8)

Editor : Kimda Farida
#Kompleks #Meninggal #curiga #Anak #satlantas #luka #mobil