Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Diduga Lakukan Pelecehan Seksual terhadap Sesama Jenis, Oknum Dosen Dilaporkan ke Polda NTB

nur cahaya • Jumat, 27 Desember 2024 | 15:41 WIB
MELAPOR: Sejumlah perwakilan warga melaporkan oknum dosen ke Polda NTB atas dugaan pelecehan seksual sesama jenis ke Polda NTB, Kamis (26/12).
MELAPOR: Sejumlah perwakilan warga melaporkan oknum dosen ke Polda NTB atas dugaan pelecehan seksual sesama jenis ke Polda NTB, Kamis (26/12).

LombokPost-Oknum dosen yang mengajar di dua perguruan tinggi di Kota Mataram inisial LRR dilaporkan ke Polda NTB.

Dia diduga melakukan pe­lecehan seksual fisik terhadap puluhan mahasiswa. 


LRR diduga mengalami kelainan orientasi seksual dan menjadi ketua komunitas gay di NTB.

“Kami dari perwakilan masyarakat hari ini (Kamis 26 Desember 2024, red ) melaporkan kasus peleceh­an seksual yang dilakukan oknum dosen,” jelas Sabri, ketua DPD Sasaka Nusantara Lombok Barat (Lobar) ditemui di depan ruang Ditreskrimum Polda NTB, Kamis (26/12). 

Ada tiga orang korban yang datang ke Polda NTB.

Mereka meminta agar LRR segera ditangkap. Karena warga sudah resah de­ngan ulah terduga pelaku yang disinyalir sudah cukup lama menjalankan aksi­nya.

“Harapan kami agar hari ini pelaku bisa di­amankan. Karena kami tidak bisa menjamin massa tidak melakukan gerakan sendiri. Dari 10 korban ini, ada anggota kami di Sasaka. Ini yang membuat masyarakat geram,” ucap Sabri.

Bahkan, ada rencana warga akan melakukan upaya penjemputan paksa terhadap LRR.

Untuk itu, pihak kepolisian diminta melakukan tindakan cepat.

Terlebih, terduga pelaku saat menjalankan aksinya disebut mengatasnamakan agama untuk mendoktrin korban. 

“Sebelum dia melakukan aksinya, dia mengatakan jika ada ritual zikir zakar atau zikir kemaluan laki-laki. Ketika kemaluan seorang pria berdiri (ereksi, red) maka itu harus diraba de­ngan onani,” paparnya. 

Oknum dosen itu memanipulasi bahwa zikir zakar menjadi salah satu bagian dari zikir semua anggota badan. Termasuk alat vital.

Untuk laki-laki tanda anggota tubuh berzikir adalah ereksi.

Kemudian modus lainnya, dia menyampaikan ke korban bahwa mereka memiliki penyakit.

Salah satu cara mengeluarkan penyakit tersebut, dia membantu korban mengeluarkan spermanya.

“Kami menerima informasi ini sudah dilakukan selama lima bulan. Ini baru 10 korban yang ketahuan, kemungkinan lebih dari itu,” bebernya.

Korban mengaku kegiatan zikir zakar ini dilakukan secara berulang.

Kemudian ada mandi suci. Korban diminta meraba pelaku atau sebaliknya pelaku meraba korban.

Dampak kejadian ini diungkapkan Sabri, ada salah satu korban yang sudah tidak menyukai lawan jenis. Dia memiliki orientasi seks yang berbeda. 

“Oknum pelaku ini kami terima informasi dia adalah ketua Gay NTB. Kami khawatirkan korban ini nanti berubah jadi pelaku. Sehingga perilaku menyimpang ini menular di tengah masyarakat. Maka kami minta pihak kepolisian menindak tegas pelaku, karena ini bisa jadi penyakit,” pintanya.

Sementara, Ketua LPA Kota Mataram Joko Jumadi yang juga mendampingi para korban mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan terkait pelecehan seksual fisik oleh oknum dosen tetap di perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta di Kota Mataram.

Selain para mahasiswa, ada juga korban yang ada di luar lingkungan kampus mendapatkan perlakuan sama dari oknum dosen ini.

“Mereka mengalami kekerasan seksual fisik, laki-laki dengan laki-laki. Masih pada tahap oral seks. Alat kelaminnya dipegang oleh dosen, dan pelecehan yang lain,” beber Joko, sapaannya.

Modusnya, pelecehan seksual yang dilakukan adalah sarana untuk mendapatkan ilmu tertentu.

Hampir mirip de­ngan pelecehan seksual yang dilakukan penyandang disabilitas IWAS alias Agus.

Ada juga yang dimanipulasi dan diimingi dengan janji tertentu.

“Ada tiga yang sudah datang ke Polda NTB melapor. Sisanya ada satu di kantor LPA Kota Mataram, enam lainnya sedang ditelusuri lagi. Dugaan korban di atas 10 orang,” bebernya. 

Joko memastikan kejadian ini bukan aksi yang dilakukan suka sama suka.

Alat bukti berupa saksi di tempat kejadian dan chat bujukan serta manipulasi terhadap korban telah dikantongi.

“Hari ini sudah kami buat laporan resmi ke polisi,” beber Joko. 

Dirreskrimum Polda NTB Kombes Pol Syarif Hidayat yang dikonfirmasi Lombok Post mengaku laporan tersebut sudah diterima petugas piket.

Namun dia belum melihat laporan tersebut secara langsung.

“Sudah diterima oleh petugas yang piket. Baru ada satu (korban) yang melapor ke Polda NTB,” kata dia. Dia memastikan akan segera menindaklanjuti laporan ini dengan mengumpulkan data dan keterangan dari semua pihak terkait. (ton/r8)

Editor : Kimda Farida
#Mahasiswa #ritual #seksual #polda #korban #perguruan tinggi #fisik #Pelecehan #Mataram #dosen #NTB #oknum #Lombok #zikir