Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Polresta Mataram Terjunkan Tim Buser Cari Saksi Kunci Kasus Dugaan Penganiayaan di Ponpes Al-Aziziyah

nur cahaya • Rabu, 8 Januari 2025 | 12:35 WIB
AKP Regi Halili
AKP Regi Halili

LombokPost-Penanganan kasus dugaan penganiaya­an di Ponpes Al-Aziziyah Lombok Barat masih berlanjut.

Saat ini, polisi masih mencari saksi kunci yang diduga mengetahui kebenaran dugaan penganiaya­an terhadap almarhumah Nurul Izzati, santriwati asal Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Mudahan ada petunjuk, Tim Buser sedang di lapang­an mencari (saksi kunci),” jelas Kasatreskrim Polresta Mataram AKP Regi Halili, Selasa (7/1).

Informasi sebelumnya, saksi kunci yang diketahui merupakan pekerja di bagian dapur ponpes ini dikabarkan pergi bekerja ke luar negeri.

Dia bekerja ke Arab Saudi setelah mencuatnya kasus meninggalnya Nurul Izzati.

Hal ini membuat penyidik Polresta Mataram kesulitan untuk mencari informasi dan kete­rangan dari saksi tersebut.

Namun belakangan di­ketahui saksi kunci ini ternyata tidak ke luar ne­geri dan masih berada di wilayah Provinsi NTB.

“Analisa kami tidak keluar negeri. Mudah-mudahan bisa jadi saksi kunci. Inisialnya M,” beber Regi.

Diketahui kasus dugaan penganiayaan santriwati di Ponpes Al-Aziziyah Gunungsari Lombok Barat sempat menghebohkan warga NTB pertengahan tahun 2024 lalu.

Santriwati asal NTT tersebut menghembuskan napas terakhir, 29 Juni 2024 lalu.

Sebelum meninggal dunia, Nurul Izzati sempat bercerita ke ayahnya jika dia dipukul menggunakan balok kayu oleh tiga santriwati lainnya.

Namun pe­ngakuannya ke orang tua­nya tersebut sampai saat ini belum bisa dibuktikan pihak kepolisian.

Dari hasil visum dan otopsi, diketahui memang ada indikasi kekerasan akibat benda tumpul.

Hanya saja, penyidik kesulitan mencari bukti terkait kasus penganiayaan ini. 

Mahmud, ayah almarhumah Nurul Izzati sampai saat ini masih menunggu jawaban atas misteri kematian putri semata wa­yangnya.

Dia yakin kebenar­an pasti akan terungkap atas kasus ini.

“Saya hanya mengharapkan kebenaran terungkap. Karena sebelum meninggal saat dirawat di rumah sakit, anak saya cerita kalau dia dipukuli tiga temannya. Namun dia tidak mau memberi tahu siapa orang yang memukulnya itu,” ungkapnya kepada Lombok Post, beberapa waktu lalu. (ton/r8)

Editor : Kimda Farida
#Kasus #saksi #Dugaan #Ponpes #penanganan #santriwati #Pekerja #Penganiayaan #kunci