Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dibayar 60 Juta, Wedding Organizer di Mataram Dipolisikan Keluarga Pengantin

nur cahaya • Senin, 10 Februari 2025 | 10:25 WIB
MENGECEWAKAN: Acara pernikahan yang diselenggarakan di wilayah Kota Mataram menuai persoalan setelah WO dilaporkan melakukan penipuan karena tidak memenuhi kesepakatan sesuai perjanjian.
MENGECEWAKAN: Acara pernikahan yang diselenggarakan di wilayah Kota Mataram menuai persoalan setelah WO dilaporkan melakukan penipuan karena tidak memenuhi kesepakatan sesuai perjanjian.

LombokPost-Hari bahagia pasangan pengantin berubah menjadi aib.

Wedding Organizer (WO) penyelenggara acara pesta pernikahan belum siap.

Makanan bagi tamu belum disiapkan. Padahal, keluarga mempelai telah membayar lunas.

"Kami sudah melunasi segala biaya untuk acaranya kepada WO, A (inisial, red) ini sekitar Rp 60 juta. Tapi mereka tidak siap, tidak ada makanan bagi tamu, tidak ada acara yang disiapkan, akhirnya kami yang merasa sangat malu terhadap tamu yang datang," jelas salah satu keluarga pihak mempelai pengantin Ziat kepada Lombok Post, Minggu (9/2).

Sejak awal, semua sudah dibicarakan dengan matang antara keluarga pengantin dan pihak WO.

Bahkan, mereka meminta membayar uang lebih atau uang tambahan.

Pihak keluarga pun menyanggupinya. Namun faktanya, pihak WO justru tidak menunaikan kewajibannya.

"Kami merasa ditipu dan keluarga kami sangat malu. Hari ini (kemarin) pihak WO kami laporkan ke Polresta Mataram," tegas Lalu Fatwir Uzali, keluarga pengantin lainnya.

Sejak awal mereka memang mendapat informasi jika WO tersebut kerap bermasalah.

Namun uang sudah terlanjur dibayarkan. Sehingga pihak keluarga tetap mempercayakan dan berharap mereka tak dikecewakan

Namun sejak acara akad nikah mulai digelar, tanda-tanda ketidakberesan WO A ini mulai terlihat.

Acara akad nikah yang direncanakan pukul 08.30 Wita tidak sesuai rencana.

"Soundsystem yang disiapkan pihak WO tidak bisa berbunyi. Satu setengah jam kami nunggu, tetap tidak bisa. Akhirnya acara akad nikah tidak pakai soundsystem," ungkap dia.

Selesai acara akad nikah, harusnya tamu diberikan makananan sesuai perjanjian.

Pihak WO menjanjikan menyiapkan menu nasi rawon saat acara akad pernikahan.

Faktanya, tak ada makanan yang dijanjikan tersebut.

Meski belakangan ada makanan berupa mi, nasi, dan menu lain. Namun hal ini disebut tidak sesuai dengan kesepakatan.

"Begitu acara akad nikah selesai dan begitu pengantin hadir untuk persiapan pesta, tidak ada persiapan makanan. Meja dan piring dibiarkan berantakan karena tidak ada yang ngurus," kata Fatwir.

Akibatnya, begitu tamu banyak yang datang, makanan tidak ada. Pihak keluarga langsung dibuat panik seketika melihat banyak tamu yang datang, namun tidak ada makanan.

"Akhirnya pestanya tidak dilanjutkan. Salah satu anggota WO kami amankan. Informasi yang kami dapatkan, WO-nya belum bayar catering makanan," jelasnya.

Pihak keluarga merasa malu dan dirugikan dengan kejadian ini.

"Kami merasa ditipu. Makanya kami laporkan ke Polresta Mataram, karena kejadiannya kebetulan di salah satu lokasi dekat Jembatan Jangkuk Mataram," ungkap Fatwir.

Kasatreskrim Polresta Mataram AKP Regi Halili mengaku belum melihat laporannya yang masuk.

"Sepertinya laporannya belum turun. Besok (hari ini, Red) baru turun di meja saya," jawabnya. (ton/r5)

Editor : Kimda Farida
#Laporkan #wedding #pengantin #polresta #Mataram #kesepakatan #wo #akad nikah #Melunasi