LombokPost-Ditpolairud Polda NTB menggagalkan aksi ilegal fishing di perairan Kuta, Pujut, Lombok Tengah (Loteng). Empat nelayan ditangkap, masing-masing berinisial SN, 25 tahun; SL, 19 tahun; S, 29 tahun; dan SI, 33 tahun. "Semua nelayan berasal dari Kecamatan Jerowaru dan Sikur, Lombok Timur," kata Dirpolairud Polda NTB Kombes Pol Andree Ghama Putra, Rabu (19/3).
Mereka ditangkap saat hendak melakukan aksi ilegal fishing. Anggota Polairud yang melakukan patroli sempat mengejar kapal nelayan. "Kami yang melakukan pengejaran berhasil menangkap mereka," bebernya.
Ketika penggeledahan, polisi menemukan barang bukti berupa tujuh bahan peledak. Ditutupi dengan terpal. "Rencananya akan digunakan untuk menangkap ikan dengan cara mengebom," kata dia.
Baca Juga: Lima Tips Memilih Mesin Cuci untuk di Rumah Promo Elektronik Ramadhan 2025 di Blibli
Dengan barang bukti yang ditemukan, empat nelayan beserta kapalnya diamankan ke Pos Ditpolairud di Lembar, Lombok Barat (Lobar). "Saat ini kami masih lakukan pengembangan terhadap kasus tersebut," jelasnya.
Polisi juga menelusuri dari mana pelaku mendapatkan bahan peledak bom ikan. "Kalau dari interogasi sementara, pelaku merakit sendiri bom ikannya," kata Andree.
Dia menegaskan, penyalahgunaan bahan peledak di laut merupakan tindakan berbahaya. Dampaknya cukup besar. "Dapat merusak ekosistem dan mata pencaharian nelayan," ujarnya.
Untuk itu, aksi ilegal fishing harus ditindak tegas. Metode yang dilakukan meningkatkan patroli dan mengambil langkah tegas di lapangan. "Pelaku harus kita tindak," tegasnya.
Ditpolairud Polda NTB tetap berkomitmen dalam menjaga keamanan perairan dari berbagai ancaman ilegal. Langkah antisipatif yang dilakukan adalah mengimbau masyarakat nelayan agar menangkap ikan tidak dengan cara-cara yang dapat merusak lingkungan. "Kalau anggota kami tetap turun di lapangan. Mengimbau nelayan untuk menangkap ikan sesuai dengan prosedur," bebernya.
Baca Juga: BBPOM Mataram Perkuat Sinergi POM dan Daya Saing UMKM untuk NTB Makmur Mendunia
Andree juga mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan perairan. Caranya, segera melaporkan apabila menemukan dan melihat aktivitas yang mencurigakan.
“Dengan tindakan tegas dan kerja sama semua pihak, diharapkan tidak ada lagi praktik ilegal yang membahayakan laut dan kehidupan masyarakat pesisir. Kerja sama masyarakat sangat diperlukan untuk menjaga perairan kita tetap aman dan berkelanjutan,” tandasnya. (arl/r5)
Editor : Jelo Sangaji