Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kesal Gara-Gara Tak Berhenti Menangis, Ayah Muda di Mataram Tega Aniaya Anaknya yang Masih Bayi

nur cahaya • Sabtu, 10 Mei 2025 | 11:10 WIB

 

HARLI/LOMBOK POST  TAK PUNYA AKAL: Pelaku penganiaya bayi usia dua bulan berinisial MO diperiksa penyidik Unit PPA Satreskrim Polresta Mataram, Jumat (9/5).
HARLI/LOMBOK POST TAK PUNYA AKAL: Pelaku penganiaya bayi usia dua bulan berinisial MO diperiksa penyidik Unit PPA Satreskrim Polresta Mataram, Jumat (9/5).

LombokPost - Seorang bapak berinisial MO, 20 tahun, tega menganiaya anaknya sendiri.

Anaknya yang dianiaya masih berusia dua bulan hingga luka parah.

Penganiayaan ini dilakukan karena pelaku kesal anaknya terus menangis dan tidak berhenti.

"Pelaku ini menganiaya karena kesal anaknya yang masih bayi tak kunjung berhenti menangis," kata Kasatreskrim Polresta Mataram AKP Regi Halili, Jumat (9/5).

Tindakan pria yang berdomisili di Karang Bedil, Mataram tersebut diketahui setelah polisi menerima informasi dari pihak RSUD Kota Mataram.

Ada seorang ayah yang menganiaya anaknya yang masih bayi.

"Kami mendapatkan informasi itu langsung mendatangi rumah sakit," kata dia.

Dari cek lapangan, kondisi bayi cukup parah. Matanya lebam, ada luka dibagian kaki dan dada.

"Kami langsung melakukan penyelidikan atas laporan ibu dari si bayi," kata dia.

Kasus tersebut sudah ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

Selanjutnya, polisi menangkap pelaku MO di rumahnya, Jati Sela, Lombok Barat (Lobar).

"Kami sudah tahan pelaku," ujarnya.

Kasubnit II Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Mataram Aiptu Yayuk menjelaskan, pelaku melancarkan aksinya saat si bayi dalam pangkuan istrinya.

Siang itu, bayinya rewel, kemudian diberikan ASI oleh sang istri, yang dalam kasus ini berlaku sebagai pelapor.

”Dipukul di bagian mata sekali, ibu sempat mendorong MO dan berkata ‘jangan seperti itu’, menegur suaminya,” jelas Yayuk.

Karena pukulan itu, bayi itu mengalami lebam di bagian mata sebelah kiri.

Namun, bukannya membuat diam, pukulan itu malah membuat tangisan bayinya semakin menjadi-jadi.

MO kembali memukul bayinya di bagian ubun-ubun dengan tangan mengepal.

Photo
Photo

Tak terima bayinya dipukul suaminya, sang istri mendorong serta menendang MO.

Akan tetapi, hal tersebut malah membuat MO semakin naik pitam.

Dalam posisi duduk masih menyusui, istri memarahi sambil menghardik MO.

”Terakhir, bayinya dipukul di bagian dada. Sampai anak itu menangis tapi nggak bersuara,” tambah Yayuk menceritakan akhir perbuatan sadis MO.

Setelah kejadian itu, istri MO membawa anaknya ke RSUD Kota Mataram. Di sana, bayi tersebut mendapatkan perawatan dari tenaga medis.

"Istrinya masih syok, bayinya juga masih dirawat di rumah sakit," jelasnya. (arl/r5)

Editor : Kimda Farida
#bayi #Anak #PPA #rumah sakit #Perempuan #Penganiayaan