Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kasus Korupsi Dikbud NTB, APH dan Dewan Dinilai Tutup Mata

Hamdani Wathoni • Rabu, 14 Mei 2025 | 05:20 WIB
HARUS DIUSUT: Kasus dugaan korupsi DAK Dikbud NTB sampai saat ini dinilai belum dituntaskan.
HARUS DIUSUT: Kasus dugaan korupsi DAK Dikbud NTB sampai saat ini dinilai belum dituntaskan.

LombokPost - Kasus dugaan korupsi dana alokasi khusus (DAK) Provinsi NTB perlahan hilang kabar. Aparat penegak hukum dari kepolisian maupun kejaksaan yang sempat gencar diminta mengusut dugaan korupsi DAK tak benar-benar menindaklanjuti kasus ini.

Akibatnya, kasus dugaan korupsi DAK Dikbud NTB hanya terhenti di Kabid SMK Ahmad Muslim yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) beberapa waktu lalu.

"Saya harap Ahmad muslim tidak jadi tumbal karena hanya menerima Rp 50 juta. Kenapa yang makan uang miliaran rupiah dari proyek DAK tidak diusut, zolim APH," tegas politisi senior sekaligus Advokat H Salman kepada Lombok Post.

Dia meminta seharusnya APH melakukan pengembangan terhadap pejabat yang terlibat. Karena merekalah orang yang diduga memerintahkan Ahmad Muslim dalam kasus OTT Dikbud NTB.

"Harus diusut, malah dugaan korupsi yang lebih besar kok ditutupi. Ada apa ini? Apa karena ada pejabat yang terlibat terus mau ditutupi?" tanyanya.

 

H Salman
H Salman

Salman menilai, hukum di NTB sekarang ini tumpul ke atas namun tajam ke bawah. Hal itu terlihat dalam penanganan kasus dugaan korupsi di DAK Dikbud NTB. Nilai uang dalam kasus yang menjerat Ahmad Muslim ini menurutnya sangat kecil dibandingkan dengan kasus DAK yang lain.

Apalagi, bukti petunjuk dalam kasus DAK Dikbud di Bidang SMA juga sudah jelas. Dugaan keterlibatan pihak luar selain PPK inisial LS juga terlihat. Sehingga wakil rakyat dalam hal ini DPRD NTB sempat ingin membuat pansus terkait DAK ini.

"Wakil rakyat harusnya  jangan takut membuka pandora kasus DAK itu lewat hak interpelasi karena rakyat menghendakinya dan harusnya DPRD mendukung bukan malah mayoritas tidak menyetujuinya karena kasus itu sudah tersebar luas," sentilnya.

Dengan penanganan kasus dugaan korupsi DAK yang kini adem ayem, Salman mengaku merasa kasihan kasus kecil dijadikan tumbal. DPRD NTB yang sebelumnya sempat menjadi harapan masyarakat membongkar kasus korupsi DAK kini terkesan sengaja mau menutupi kasus DAK Dikbud NTB sama seperti APH.

"Semua sudah mendengar masyarakat ribut dan melihat media sudah memberitakan kasus DAK. Namun pertanyaan saya, kok kasus OTT Ahmad Muslim yang hanya setai kuku dijadikan tumbal," sindirnya. (ton)

Editor : Siti Aeny Maryam
#polda ntb #Kejati NTB #DAK DIkbud NTB