Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kasus Kematian Santri Ponpes Al Aziziyah Nurul Izzati Tak Kunjung Terungkap

Lombok Post Online • Jumat, 11 Juli 2025 | 13:11 WIB

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

LombokPost - Kasus kematian santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Aziziyah Nurul Izzati  belum juga terungkap.

Padahal, penyidik Satreskrim Polresta Mataram sudah setahun lebih mengusutnya.

Gelar perkara tersebut untuk menindaklanjuti permintaan dari pihak Ponpes Al Aziziyah.

Baca Juga: PR Besar Kasatreskrim Baru Polresta Mataram: Tuntaskan Tiga Kasus Korupsi dan Ungkap Misteri Kematian Nurul Izzati

"Kami akan lakukan gelar perkara di Polda NTB," kata Kasatreskrim Polresta Mataram AKP Regi Halili, Kamis (10/7). 

Suratnya masuk ke Bidkum Polda NTB.

"Jadi, ada surat masuk dari pihak ponpes ke Polda NTB, minta paparan soal kasusnya. Dari Polda NTB meneruskan ke bidkum, dari bidkum ke kami. Kami diminta paparkan penanganan kasusnya dalam gelar khusus di Polda NTB," katanya.

Baca Juga: Tuntut Keadilan untuk Nurul Izzati, Orang Tua akan Melapor ke Komnas HAM dan LPSK

Namun, jadwal pelaksanaan gelar perkara bersama itu belum diungkapkan. Sebab, dari pihak Polda NTB yang akan menentukan waktunya.

"Kalau kami sudah siap untuk paparan," kata dia. 

Dia menerangkan bahwa perkembangan penanganan kasus sudah terungkap adanya dugaan peristiwa pidana.

Baca Juga: Kasus Dugaan Penganiayaan Santriwati Ponpes Al-Aziziyah, Polisi Belum Ungkap Hasil Otopsi Nurul Izzati

Namun, dari hasil penyelidikan dan penyidikan belum mengerucut ke arah pelakunya. "Kalau peristiwa sudah jelas. Tetapi, siapa pelakunya, itu yang belum," ujarnya. 

Mengenai adanya peran seorang perempuan berinisial MR yang bertindak sebagai saksi kunci dalan kasus tersebut, dia menegaskan, belum mengarah ke penentuan pelaku. Dalam pengakuannya, MR hanya mendengar saja. "Tidak melihat secara langsung. Kalau hanya mendengar saja belum bisa kita jadi bukti kuat. Kalau petunjuk mungkin ya," terangnya. 

Polisi sudah beberapa kali meminta keterangan MR. Sekarang, posisi MR belum diketahui. "Terakhir katanya tinggal di wilayah Lombok Tengah (Loteng), tetapi sudah kami cari. Ternyata tidak ada juga," kata dia. 

Lalu mengapa MR menghilang? Regi belum bisa memastikannya. "Kalau keterangan pemeriksaan awal ada. Kita kan mau menggali. Terakhir kami dengar pergi menjadi pekerja imigran ke luar negeri," ujarnya. 

BELUM TERUNGKAP: Seorang saksi diperiksa di kantor Unit PPA Satreskrim Polresta Mataram terkait kematian santriwati, beberapa waktu lalu. 
BELUM TERUNGKAP: Seorang saksi diperiksa di kantor Unit PPA Satreskrim Polresta Mataram terkait kematian santriwati, beberapa waktu lalu. 

MR yang merupakan bibi dari korban sempat berkomunikasi dengan almarhumah sebelum akhirnya menjalani perawatan medis di wilayah Lombok Timur dan meninggal.

Dalam penanganan kasus ini pihak kepolisian sudah mengantongi hasil autopsi jenazah NI. Selain itu, pemenuhan berkas penyidikan ini didapatkan dari keterangan saksi, dari santriwati dan pengurus ponpes.

Ada juga permintaan keterangan ahli pidana maupun psikolog serta tenaga kesehatan di Kabupaten Lombok Timur yang sempat memberikan perawatan medis terhadap almarhumah sebelum akhirnya meninggal.

Diketahui, NI meninggal pada usia 13 tahun.  Dia dinyatakan meninggal usai menjalani perawatan secara intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Raden Soedjono, Kabupaten Lombok Timur pada 29 Juni 2024 lalu. (arl/r5)

Editor : Jelo Sangaji
#Kasus #polda ntb #Ponpes #Polresta Mataram #kematian #santriwati #Nurul Izzati