Namun begitu peti jenazah Prada Lucky diturunkan dari ambulans, sang ayah Sersan Mayor (Serma) Christian Namo, tak mengijinkan seorang pun menyentuh peti jenazah Prada Lucky, apalagi mengangkatnya.
Padahal sejumlah rekan kerjanya yang mengenakan PDL khas TNI Angkatan Darat, sudah menunggu kedatangan jenazah Prada Lucky. Namun saat mendekati peti jenazah Prada Lucky, Christian Namo langsung bereaksi menolak.
"Jangan ada yang pikul. Biar saya sendiri saja yang pikul. Saya sangat kecewa. Kamu sudah buat anak saya mati, tentu saya tidak akan terima," kata Christian Namo penuh emosi.
Meski dilarang, sejumlah prajurit TNI AD dan rekan kerja Christian Namo tetap membopong peti jenazah Prada Lucky yang telah diselimuti bendera merah putih masuk ke dalam rumah duka dan langsung meletakan di tempat tidur yang sudah disiapkan keluarga.
Christian Namo kemudian mengambil bingkai foto Prada Lucky yang disimpan di ujung peti jenazah dan mengangkatnya tinggi-tinggi. Dia merasa bersalah telah mengizinkan putranya menjadi tentara.
"Anak ganteng, Lucky. Bapa salah, bapa salah kasih lu (kamu) kerja Lucky. Bapa sudah bilang, kenapa lu mau jadi tentara. Bapa minta maaf," kata Christian sambil menangis.
Bagaimana Christian Namo tak hancur hatinya. Jika anaknya tewas di medan perang mungkin dia akan ikhlas dan bangga. Namun putra kesayangannya Prada Lucky justru tewas mengenaskan ditangan para seniornya.
Ya, putranya, Prada Lucky, yang menjadi Anggota Batalion Teritorial Pembangunan (TP) 834 Waka Nga Mere Nagekeo tewas mengenaskan dengan luka sayatan dan sulutan rokok di sekujur tubuhnya.
Kuat dugaan Prada Lucky meninggal akibat dianiaya beberapa orang seniornya. Hal ini diperkuat oleh pengakuan Prada Lucky sendiri kepada dokter saat dia tiba di Rumah Sakit.
Prada Lucky meninggal dunia pada Rabu (6/8/2025), saat sedang menjalani perawatan intensif di Unit Perawatan Intensif (ICU) RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ayah Prada Lucky, Christian Namo tentu tak terima dengan kematian putranya dengan cara seperti ini. Terlebih lagi putranya, Prada Lucky, diduga tewas karena dianiaya oleh seniornya di kesatuan.
"Dianiaya senior dan saya akan kejar pelakunya sampai ke manapun. Anak saya sudah tidak ada, saya tuntut keadilan," tegas Christian Namo penuh amarah setelah Prada Lucky dinyatakan meninggal dunia oleh dokter yang merawatnya.
Dugaan Prada Lucky mengalami penganiaya seniornya sudah ramai diberitkan beberapa media lokal di NTT. Konon khabarnya, Prada Lucky sempat mengalami tindakan kekerasan di barak militer sebelum dilarikan ke rumah sakit.
Bahkan Prada Lucky sempat mengaku kepada dokter yang merawatnya di ruang radiologi jika ia dianiaya seniornya.
"Dia mengaku kepada dokter dipukuli oleh seniornya di barak," tambah Christian Namo menceritakan pengakuan dokter kepadanya.
Pengakuan Prada Lucky ini pun sesuai dengan kondisi tubuhnya yang dipenuhi luka lebam dan sayatan. Selain luka sayatan, ada juga luka seperti sulutan api rokok.
Bahkan pada bagian punggung Prada Lucky penuh bekas hantaman benda keras, sementara lengan dan kakinya terdapat luka bakar mirip sundutan rokok.
Berikut kronologi tewasnya Prada Lucky yang diduga karena dianiaya para seniornya.
Sabtu, 2 Agustus 2025:
Prada Lucky dilarikan ke RSUD Aeramo. Di ruang radiologi, kepada dokter Prada Lucky mengaku dirinya telah dianiaya oleh para seniornya. Hal ini diperkuat dengan adanya luka lebam serta sayatan dan sulutan rokok di tubuhnya.
Minggu, 3 Agustus 2025:
Kondisi kesehatan Prada Lucky terus menurun dan kesadarannya mulai terganggu. Pihak keluarga mulai mencari informasi mengenai apa yang terjadi pada Prada Lucky sehingga dilarikan ke RS, dan ditemukan informasi dugaan penganiayaan.
Senin, 4 Agustus 2025:
Pihak rumah sakit memberikan laporan informal kepada aparat militer setempat mengenai temuan medis yang mencurigakan pada tubuh Prada Lucky.
Selasa, 5 Agustus 2025:
Prada Lucky dalam kondisi kritis dan tidak lagi dapat merespons saat diajak bicara. Keluarga meminta dilakukan visum et repertum untuk memastikan penyebab luka dan bagian tarparah sehingga kondisi Prada Lucky menjadi kritis.
Rabu, 6 Agustus 2025:
Pukul 11.23 WITA, Prada Lucky dinyatakan meninggal dunia dan jenazah Prada Lucky langsung diterbangkan dari Ende menuju Kupang, untuk proses autopsi di RS Bhayangkara Kupang, guna memastikan penyebab kematiannya.
Editor : Siti Aeny Maryam