LombokPost - Tim forensik Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTB telah selesai melakukan otopsi terhadap jenazah seorang mahasiswi Universitas Mataram (Unram) berinisial MV.
Perempuan 19 tahun yang menjadi korban aksi begal itu ditemukan tewas dengan posisi tengkurap di Pantai Nipah, Desa Malaka, Kabupaten Lombok Utara, Rabu (27/8).
Proses autopsi pun telah selesai dilakukan.
"Autopsi sudah selesai. Sekarang akan dibawa ke rumah duka," kata Kepala Dokpol RS Bhayangkara Polda NTB Iptu Madiasa.
Dia masih enggan membeberkan hasil otopsi. Sebab, hasilnya nanti akan diberikan ke penyidik.
"Nanti penyidik yang sampaikan keterangan," kata dia.
Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta mengatakan, pihaknya belum mendapatkan hasil otopsi dari RS Bhayangkara Polda NTB.
"Kita masih menunggu," kata Agus.
Berdasarkan keterangan saksi dan keluarga korban, MV bersama rekannya seorang pria berinisial RA, 19 tahun pergi menggunakan kendaraan roda dua.
Mereka berangkat dari Unram dengan tujuan pantai Nipah, Kabupaten Lombok Utara, Selasa sore (26/8).
Rencananya, mereka pergi ingin menikmati sunset.
Hingga pukul 24.00 Wita, MV tidak kunjung pulang.
Orang tua korban mempertanyakan ke rekan-rekan kuliah korban.
Mengetahui korban terakhir pergi bersama RA menuju pantai Nipah, keluarga kemudian menuju lokasi untuk melakukan pencarian.
Sekitar pukul 01.30 Wita, korban RA ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri di sekitar TKP dan langsung dibawa ke Puskesmas Nipah.
Tidak jauh dari lokasi RA, pada Rabu pagi sekitar pukul 06.30 Wita, korban MV ditemukan sudah dalam keadaan meninggal.
Barang bukti yang berhasil diamankan di lokasi berupa satu unit kendaraan roda dua Honda PCX hitam yang diduga digunakan RA bersama MV ke pantai Nipah.
Kendaraan kini sudah diamankan di Mapolsek Pemenang.
Atas peristiwa tersebut tim Satreskrim bersama unit identifikasi telah melakukan olah TKP.
"Kalau dilihat secara kasat mata, bekas luka di bagian kepala dirawat di RS Bhayangkara Mataram," jelasnya.
Pihaknya menegaskan penanganan kasus ini masih berjalan di tahap penyelidikan guna mengungkap penyebab meninggalnya MV.
"Kami masih terus dalami," tandasnya. (arl/r5)
Editor : Kimda Farida