LombokPost - Polda NTB masih mendalami misteri kematian Brigadir EFR alias Esco.
Anggota Polsek Sekotong itu diduga dibunuh secara berencana.
Kasus tersebut masih proses penyelidikan.
Baca Juga: Hasil Otopsi Jenazah Brigadir Esco, Ada Tanda-tanda Kekerasan di Bagian Leher
"Arahnya kita ke pembunuhan berencana. Masih kita dalami," kata Dirreskrimum Polda NTB Kombes Pol Syarif Hidayat, kemarin.
Polisi belum meningkatkan ke penyidikan. "Kami sudah periksa 23 saksi," terangnya.
Termasuk juga memeriksa istri dan pihak keluarganya. Sebab, terakhir pada saat izin ke rekan kerjanya, korban berencana akan mengunjungi ayahnya yang sedang sakit di rumah. "Jadi, semua yang ada di lingkaran keluarganya kita periksa," kata dia.
Baca Juga: Ayah Brigadir Esco Minta Polisi Usut Kematian Anaknya, Ponsel Korban Jadi Kunci Pembuka Tabir
Tidak hanya itu, tim dari Polda NTB sudah turun melakukan olah TKP tambahan.
Langkah ini untuk turun tersebut Polda NTB menurunkan tim K-9.
"Kami turunkan anjing pelacak," ungkapnya.
Saat ini, tim gabungan Polres Lombok Barat dan Polda NTB juga sedang mendalami informasi dari handphone milik anggota Polri yang bertugas di Lombok Barat tersebut.
Hasil pengecekan handphone itu nantinya akan disesuaikan dengan keterangan saksi-saksi.
"Peretasan HP ini kita sesuaikan dengan keterangan saksi. Hari ini (kemarin) kita analisis HP almarhum," kata mantan Wakapolresta Mataram ini.
Baca Juga: Dugaan Brigadir Esco Dibunuh Masih Didalami, Polda NTB Ambil Alih Penyelidikan
Untuk peretasan handphone tersebut pihaknya melibatkan tim Labfor Bali. Sebab, sejauh ini pola kunci pembuka handphone-nya belum diketahui.
"Istrinya pun belum mengetahui itu," ucapnya.
Syarif menekankan, kasus kematian Brigadir Esco menjadi atensi Polda NTB dan Polres Lombok Barat.
"Kasus ini dapat atensi publik. Semoga apa yang kita lakukan ini bisa mendapatkan titik terang. Mohon waktu untuk bisa mengungkap ini. Tapi yakinlah kita akan maksimal. Polres dan Polda akan berusaha," bebernya.
Diketahui, Brigadir Esco ditemukan meninggal sekitar pukul 11.30 Wita, Minggu (24/8) lalu.
Lokasinya di Dusun Nyiur Lembang Dalem, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Lombok Barat.
Penemuan itu bermula ketika saksi inisial AS pergi mencari ayamnya yang hilang di belakang rumahnya.
Saat itu, AS menemukan Brigadir Esco sudah dalam keadaan terlentang di bawah pohon dengan leher terikat tali.
Dia kemudian memberitahukan ke warga. Selanjutnya beberapa warga melaporkan peristiwa tersebut Ke SPKT Polsek Lembar. (arl/r5)
Editor : Kimda Farida