Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Rekanan Proyek Pengadaan Alat Peraga Dikbud NTB Rp 39 Miliar Diduga Diatur, Ada Indikasi Fee Mengalir ke Oknum Pejabat

Lombok Post Online • Selasa, 16 September 2025 | 09:00 WIB

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

LombokPost - Pengadaan alat peraga di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB diduga ada ’main mata’.

Kini pengadaan tersebut menjadi sorotan publik. Salah satunya datang dari Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (Maki) NTB.

Ketua Maki NTB Heru Satrio mengatakan, pemerintah kini fokus meningkatkan peralatan sekolah. Terutama, sekolah kejuruan.

Baca Juga: Putusan Hakim Dinilai Zalim Atas Vonis 5 Tahun Penjara Ahmad Muslim, Terdakwa Akan Banding, Kasus OTT Proyek DAK Dikbud NTB 2024

Atas dasar itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyalurkan anggaran ke sejumlah daerah di Indonesia. Salah satunya di NTB.

Berdasarkan data yang dihimpun, ada sebanyak 11 sekolah kejuruan yang menerima bantuan alat peraga di NTB Tahun 2025.

”Total anggaran Rp 39 miliar lebih,” kata Heru.

Baca Juga: Jaksa Ungkap Ada Calon Tersangka Baru Kasus DAK Dikbud NTB

Proses tender sudah selesai. Bahkan kini sedang dilakukan proses pendistribusian alat peraga ke sejumlah sekolah yang mendapatkan bantuan dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

Namun, dari proses tender tersebut diduga sudah diatur. ”Ada penerimaan fee proyek sebesar 30 persen yang diberikan dari vendor (penyedia),” kata dia.

Pihak Maki sudah turun melakukan penelusuran dan menemukan dugaan adanya permainan fee proyek.

Baca Juga: Pemeriksaan Korupsi Pendidikan Nasional Memanas, Kejagung Periksa Eks Kadis Dikbud NTB Terkait Proyek Chromebook

”Kami menyamar sebagai cleaning servis di Hotel Lombok Raya. Di situ ada pertemuan dengan tiga vendor (pemenang tender) dengan oknum dari Dikbud NTB. Kami juga temukan bekas label uang milik Bank Mandiri KCP Daan Mogot,” tuturnya.  

Selain itu, ada juga pertemuan di Jakarta. Mereka bertemu di salah satu hotel dan restoran. ”Di Jakarta itu ada tiga kali pertemuan,” bebernya. 

Pertemuan-pertemuan tersebut diduga bahwa proses pengadaan alat peraga untuk sekolah kejuruan bermasalah. Hal itu diperkuat lagi berdasarkan temuan Maki di lapangan. ”Kami mengambil sampel di tiga sekolah. Ternyata, RAB yang diusulkan ke Dikbud NTB itu tidak digunakan,” ujarnya. 

Mereka menggunakan RAB yang sudah dibuat pihak ketiga. Dengan adanya temuan itu, parameter pelaksanaan proyek diduga sudah diatur terlebih dahulu. ”Seharusnya kan yang digunakan adalah RAB dari masing-masing sekolah. Mereka yang mengetahui kebutuhan sekolahnya. Bukan berdasarkan RAB vendor,” kata dia. 

Sekarang proses tender sudah selesai. Alat peraga tersebut saat ini segera disalurkan ke masing-masing sekolah. ”Sekarang yang menjadi pertanyaan apakah barang tersebut sesuai tidak dengan kebutuhan sekolah,” ungkapnya. 

Mantan Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) NTB Abdul Aziz mengaku mengetahui proses pengadaan DAK pada 11 sekolah kejuruan di NTB. ”Total anggarannya Rp 39 miliaran,” kata Azislz. 

DIDUGA BERMASALAH: Seorang berjalan di halaman kantor Dikbud NTB, Senin (15/9). 
DIDUGA BERMASALAH: Seorang berjalan di halaman kantor Dikbud NTB, Senin (15/9). 

Untuk menjalankan proyek tersebut, pihaknya sudah menunjuk Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Setelah itu, dirinya tidak mengetahui adanya pertemuan maupun proses tender atau pelaksanaan proyek. “Saya sudah pensiun per tanggal 1 September,” kata dia. 

Saat ini, yang ditunjuk sebagai Plt Kadis Dikbud NTB adalah Lalu Hamdi. Dia yang melanjutkan proses pelaksanaan proyek. “Saya tidak tahu mengenai pelaksanaan proyek. Saya sudah pensiun,” ungkapnya. 

Saat media ini meminta nomor kontak PPK alat peraga, Aziz mengaku sudah tidak memiliki nomor kontaknya. “Saya sudah tidak lagi berhubungan. Jadi, sudah tidak saya simpan nomornya,” ujarnya. 

Sementara itu, Lalu Hamdi yang dikonfirmasi mengenai pelaksanaan proyek alat peraga tersebut belum memberikan komentar apapun. Saat dihubungi via telepon dia tidak menjawab. Begitu juga saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp. (arl/r5)

Pengadaan Alat Peraga SMKN di Dikbud NTB Tahun 2025

  1. SMKN 2 Mataram Rp 1.500.000.000
  2. SMKPPN Mataram Rp 4.454.000.000
  3. SMKN 1 Kuripan  Rp 104.000.000
  4. SMKN 2 Kuripan Rp 10.500.000.000
  5. SMKN 1 Kopang Rp 1.500.000.000
  6. SMKN 1 Praya Barat Rp 1.604.000.000
  7. SMKN 1 Selong Rp 9.000.000.000
  8. SMKN 2 Selong Rp 7.500.000.000
  9. SMKN 2 Dompu Satu Jurusan Rp 1.500.000.000
  10. SMKN 4 Kota Bima Rp 104.000.000
  11. SMKS Darul Quran Rp 1.500.000.000

Total Anggaran: Rp 39.266.000.000

*Sumber: Data MAKI NTB

Editor : Jelo Sangaji
#Sekolah #Korupsi #pemerintah #Anggaran #NTB #Dikbud