Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bercak Darah Identik Milik Teman Pria Korban, Misteri Kematian Mahasiswi Unram di Pantai Nipah 

Lombok Post Online • Rabu, 17 September 2025 | 08:51 WIB
Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

LombokPost - Kasus kematian mahasiswi Universitas Mataram (Unram) berinisial MVPN sudah ditingkatkan ke tahap penyidikan.

Namun sampai saat ini, penyidik belum menetapkan tersangka.

Kasatreskrim Polres Lombok Utara (Lotara) AKP Punguan Hutahean mengatakan, sejumlah langkah sudah dilakukan penyidik. Salah satunya, melakukan uji tes DNA terhadap darah yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP).

”Hasilnya, sampel darah yang ditemukan di sekitar TKP identik dengan saudara RA,” kata Punguan, Selasa (16/9).

Pria berinisial RA itu merupakan teman lelaki dari MVPN saat pergi ke Pantai Nipah, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara.

Tempat ditemukannya mayat MVPN. RA juga menjadi korban dugaan penganiayaan yang dilakukan orang misterius di kawasan tersebut.

”Sementara ini, RA masih menjadi saksi statusnya,” ungkapnya.

Kesaksian RA sangat diperlukan karena berada di lokasi. ”Kami sudah lakukan pemeriksaan terhadap RA. Kita periksa setelah kondis RA membaik dan mendapatkan perawatan di rumah sakit,” ujarnya. 

Kendati demikian, polisi belum membeberkan materi pemeriksaan terhadap RA. Apa saja yang digali ke RA juga tidak disebutkan. ”RA merupakan saksi kunci pada kasus ini,” kata dia. 

Berdasarkan keterangan RA melalui video yang direkam saat masih dirawat di rumah sakit, dia mengaku, sebelum kejadian mereka sedang duduk di bawah tebing pantai Nipah, sembari menikmati suasana sunset. 

Lalu ada seorang laki-laki tidak dikenal mendekat sambil menenteng bambu. RA sempat mengenali muka orang tersebut. 

Pria tersebut sempat mempertanyakan aktivitas RA dan korban MV di kawasan pantai tersebut. RA membantah dirinya pernah melakukan tindakan yang tidak senonoh.

Usai melihat sunset, MV dan RA beranjak pulang. Tetapi, kembali dihadang pria misterius tersebut. Lalu mengayunkan bambu hingga mengenai korban. ”Kami tetap berkeyakinan dan menggunakan keterangan RA yang ada di BAP,” ujarnya. 

Langkah lain yang dilakukan adalah melakukan tes uji DNA kedua. Namun, sampai saat ini hasilnya belum keluar dari Laboratorium Forensik Bali. ”Kami masih menunggu hasil tes DNA yang ke dua kita kirim,” ungkapnya. 

Tujuan dilakukan terhadap uji laboratorium forensik adalah untuk menguatkan alat bukti. ”Agar membuat terang peristiwa pidana ini,” kata Punguan.

SUDAH DIMAKAMKAN: Sejumlah perawat membawa jenazah mahasiswi MVPN yang ditemukan meninggal di Pantai Nipah, KLU, usai dilakukan otopsi, beberapa waktu lalu. 
SUDAH DIMAKAMKAN: Sejumlah perawat membawa jenazah mahasiswi MVPN yang ditemukan meninggal di Pantai Nipah, KLU, usai dilakukan otopsi, beberapa waktu lalu. 

Dia menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk terus menyampaikan setiap perkembangan penyidikan kasus ini kepada publik. Intinya, penyidik akan terus bekerja secara profesional, transparan, dan sesuai prosedur hukum yang berlaku. ”Kami berharap peristiwa ini dapat terungkap dan pelaku kejahatan dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujarnya. 

Diketahui, jenazah MVPN ditemukan masyarakat di Pantai Nipah pada Rabu, (27/8) lalu. Awalnya, korban bersama RA pergi ke pantai Nipah sekitar pukul 16.30 Wita, Selasa (26/8). Mereka berangkat dari Universitas Mataram (Unram). 

Keduanya mengendarai sepeda motor jenis PCX berwarna hitam dengan nomor polisi EA 5502 AI. Namun, hingga malam hari kedua korban tak juga pulang. Merasa khawatir, orang tua MVPN kemudian menanyakan teman kuliah anaknya.  

Selanjutnya, orang tua korban melacak keberadaan korban dengan cek post (CP). Hasilnya, didapatkan posisi terakhir korban di wilayah seputaran panitia Nipah, Lombok Utara.

Sekitar pukul 01.30 Wita mereka menemukan korban RA dalam keadaan tidak sadarkan diri dan membawanya ke Puskemas Nipah. Sementara korban MVPN ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa sekitar pukul 06.30 Wita dengan posisi terlungkup. (arl/r5)

Editor : Pujo Nugroho
#nipah #darah #korban #Tersangka #Lombok Utara