Hatinya bak tersayat-sayat saat melihat rekonstruksi pembunuhan putranya yang diperagakan langsung oleh istri Brigadir Esco, tersangka Brigadir Rizka Sintiyani.
Dia sama sekali tak menyangka, menantu yang disayanginya bak putri sendiri justru menjadi eksekutor bagi putranya.
Hari itu, Senin 29 September 2025 Polres Lombok Barat menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir Esco Faska Rely, Intelijen Polsek Sekotong, di Dusun Nyiur Lembang, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Lombok Barat Senin (29/9) pagi.
Suasana rekontruksi berlangsung panas sekaligua haru bagi keluarga Brigadir Esco, khususnya Samsul Herawadi sang ayah Brigadir Esco.
Hatinya hancur berkeping-keping saat Brigadir Rizka memperagakan adegan demi adegan saat pembunuhan Brigadir Esco terjadi. Ada amarah bercampur kesedihan di matanya.
Samsul Herawadi memang sudah berencana hadir untuk melihat langsung jalannya rekonstruksi pembunuhan Brigadir Esco.
Dia tak datang sendiri, sejumlah kerabatnya ikut mendampingi sejumlah kerabat.
Tatapam duka terlihat jelas dari wajah Samsul Herawadi, begitu dengan seluruh keluarga Brigadir Esco. namun mereka tetap berharap proses hukum dapat berjalan adil dan transparan.
“Kami ingin keadilan untuk anak kami. Semoga semua yang terlibat benar-benar diungkap,” ucap lirih Samsul Herawadi.
Suasana haru tiba-tiba menjadi panas ketika Brigadir Rizka menolak sejumlah adegan versi polisi yang menurutnya tidak pernah dilakukan.
Karena menolak peragakan rekonstruksi versi penyidik, Brigadir Rizka pun dibawa meninggalkan lokasi rekontruksi dan kembali menuju Rutan Polda NTB.
Walaupun Brigadir Rizka telah meninggalkan lokasi, rekonstruksi versi penyidik terkait kasus pembunuhan Brigadir Esco terus dilanjutkan, dengan menggunakan pemeran pengganti yang bertindak sebagai Brigadir Rizka.
Keluarga Brigadir Esco pun tak terima lantaran peran tersangka Briptu Rizka Sintiyani diperagakan pemeran pengganti.
Beberapa perwakilan keluarga sampai berteriak hingga mengancam akan merobohkan tempat kejadian perkara (TKP) yang tak lain merupakan kediaman tersangka Brigadir Rizka.
Keluarga Esco juga menyesalkan rekonstruksi versi alibi tersangka dilaksanakan dengan durasi yang lama. Mereka yang datang dari Lombok Tengah sejak pukul 07.00 Wita tak kunjung mendapat kejelasan terkait adegan tersangka saat pembunuhan Esco.
"Kami kecewa sekali, kenapa dia (Rizka) malah pergi dan orang lain yang disuruh memperagakan adegan, ini menyakut nyawa manusia bukan hewan, kami kecewa sekali, kami datang jauh-jauh hanya untuk melihat bagaimana dia membunuh Esco," teriak seorang perempuan yang mengaku sebagai keluarga Brigadir Esco di lokasi rekonstruksi.
Dia tak kuasa menahan kesedihan sekaligus rasa kecewaan karena Brigadir Rizka dibiarkan meninggalkan lokasi sementara rekonstruksi belum juga selesaikan.
Editor : Siti Aeny Maryam