Sempat beredar di masyarakat sekitar, kondisi jenazah yang terdapat lebam pada tubuhnya dan meninggalnya diduga karena dibunuh.
Korban ditemukan tidak ada tanda kekerasan.
Baca Juga: Komedian Jung Se Hyup Meninggal Dunia di Usia 41 tahun, Diduga Serangan Jantung
"Kami sudah lakukan visum. Ditemukan tidak ada tanda-tanda kekerasan. Saat ditemukan, korban dalam posisi tengkurap," kata Kapolsek Sandubaya AKP Niko Herdianto.
Artinya, korban meninggal bukan karena dibunuh. Lebam itu dikarenakan kondisi jatuh korban yang tidak beraturan di depan kos.
"Hasil dari keterangan dokter meninggalnya karena serangan jantung. Bukan dibunuh," tegasnya.
Baca Juga: Serangan Jantung, Anggota DPRD Lombok Tengah Lalu Erlan Tutup Usia
Saat olah TKP dan koordinasi dengan keluarganya tidak ada barang yang hilang.
Sepeda motor yang digunakannya masih berada di samping tempat ditemukannya korban.
"Tim Inafis (Polresta Mataram) sudah lakukan olah TKP. Barang-barang korban masih utuh," kata dia.
Baca Juga: Ancaman Senyap Serangan Jantung, Generasi Muda Tak Lagi Kebal Ada Alarm Darurat Berbunyi!
Barang-barang yang dimiliki korban sudah dikembalikan ke keluarga korban. Pihak keluarga juga sudah menerima. "Korban sudah disemayamkan keluarga di Dusun Nyiur Lembang Daye, Desa Nyiur Lembang, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat," ujarnya.
Diketahui, jenazah Kamil ditemukan sekitar pukul 22.30 Wita di depan kos-kosan, Sabtu malam (18/10). Polisi yang mendapatkan informasi langsung melakukan olah TKP dan memasang garis polisi.
Tim Inafis Polresta Mataram tiba di lokasi untuk melakukan identifikasi forensik dan pengumpulan bukti ilmiah. Pemeriksaan fisik awal juga dilakukan oleh tenaga medis dari Puskesmas Gerung Butun, sebelum korban dievakuasi ke RS Bhayangkara Mataram menggunakan mobil ambulans untuk pemeriksaan lanjutan. (arl/r5)
Editor : Siti Aeny Maryam