Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bara Diduga Bunuh Sekaligus Bakar Ibu Kandungnya Sendiri karena Dendam Tidak diberikan Uang untuk Bayar Hutang

Harli Arl • Selasa, 27 Januari 2026 | 14:46 WIB
JUMPA PERS: Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Mohammad Kholid bersama Ditreskrimum Polda NTB Kombes Pol Arisandi dan jajarannya memberikan pernyataan atas kasus pembunuhan dan pembakar ibu kandungnya.
JUMPA PERS: Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Mohammad Kholid bersama Ditreskrimum Polda NTB Kombes Pol Arisandi dan jajarannya memberikan pernyataan atas kasus pembunuhan dan pembakar ibu kandungnya.

LombokPost-Polda NTB mengungkap motif Bara Primario membunuh sekaligus membakar ibu kandungnya sendiri, Yeni Rudi Astuti.

"Awalnya Bara terlilit hutang dengan orang lain sebesar Rp 39 juta, lalu meminta uang ke ibunya. Tetapi tidak dikasih. Dari situ muncul dendam," kata Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Mohammad Kholid 

Dari dendam itulah pelaku berniat untuk membunuh ibunya sendiri.

Pada Minggu (25/1) sekitar pukul 02.00 Wita, Bara mengambil tali lalu masuk ke kamar ibunya.

"Ibunya yang sedang tertidur, lehernya dijerat menggunakan tali," bebernya. 

Setelah dipastikan ibu kandungnya meninggal, Bara langsung membungkus korban menggunakan sprei.

Selanjutnya memasukkan ke dalam mobil Innova Reborn warna putih dengan nomor polisi DR 1324 CT.

"Minggu Pukul 08.00 Wita dimasukkan ke dalam mobil," jelasnya.

Setelah itu, Bara mencari sesuatu di tempat sepi. Bara menyetir ke arah Sekotong, Lombok Barat (Lobar).

"Sempat membeli bensin di warung dekat pertigaan Pelabuhan Lembar," tuturnya.

Setelah sampai di wilayah Sekotong, Dusun Batu Leong dia melihat kawasan tersebut sepi.

Lalu menurunkan jenazah ibunya yang sudah dibunuh di lokasi tersebut.

"Selanjutnya, jenazah ibunya disiram menggunakan bensin dan dibakar di dekat sampah," ungkapnya. 

Dirreskrimum Polda NTB Kombes Pol Arisandi menambahkan, semua rekam jejak dari wilayah Monjok hingga ke Sekotong sudah dikantongi penyidik. Mulai dari CCTV hingga barang bukti yang digunakan pelaku membunuh ibu kandungnya.

"Ada dua rekaman CCTV yang kita sita," kata Arisandi. 

Motifnya sudah jelas tergambarkan. Berdasarkan pengakuan Bara dendam karena ibu kandungnya tidak memberikan uang untuk membayar hutang.

"Karena persoalan tidak diberikan uang pelaku membunuh ibunya," tandasnya.

Sebelumnya, masyarakat Dusun Batu Leong, Desa Sekotong Barat, gempar, Minggu sore (25/1). Sesosok jenazah ditemukan dalam kondisi hangus terbakar di pinggir jalan raya setempat. 

Jenazah kali pertama ditemukan seorang remaja yang hendak ke kebun.

Awalnya, saksi mencium aroma menyengat dan melihat kepulan asap dari tumpukan sampah. Saat diperiksa lebih dekat, ternyata ada tubuh manusia yang sedang dilalap api.

Editor : Kimda Farida
#polda ntb #Monjok #pembunuh ibu kandung #Bara Primario #Yeni Rudi Astuti