LombokPost-Polresta Mataram ambil langkah cepat dan tegas atas konflik antar warga Petemon-Peresak, Kota Mataram. Untuk mencegah konflik tersebut, mereka mengambil langkah hukum dan tindakan preventif.
"Ada enam orang kami amankan," kata Kapolresta Mataram Kombes Pol Hendro Purwoko, Senin (23/2).
Mereka yang diamankan merupakan pemuda Peresak yang terlibat pengeroyokan terhadap warga Petemon. "Kami proses hukum," tegasnya.
Konflik antarwarga itu bermula dari kesalahpahaman di jalan Bung Karno, Kelurahan Pagesangan sekitar pukul 17.50 Wita. Saat itu warga dari Lingkungan Petemon mengendarai sepeda motor bersama istrinya. "Saat itu pasang suami istri dipepet dua orang pemuda," kata dia.
Tidak terima dipepet, sang suami mengehentikan kendaraannya. Lalu menghentikan dua pria pengendara yang memepetnya. "Sehingga terjadi adu mulut," tuturnya.
Kondisi itu membuat adu jotos tidak terhindarkan hingga. Kondisi itu yang membuat konflik antar warga terjadi.
"Terjadi cekcok hingga pemukulan. Namun persoalan tidak berhenti di situ," ujar Kapolresta.
Situasi memanas saat para pemuda itu menghadang korban di perbatasan Lingkungan Peresak dan Petemon. Mendapatkan laporan itu, Polresta Mataram dan Polsek Mataram langsung bergerak ke lokasi. Turut hadir pula Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana.
"Kami sudah amankan orang yang terlibat pengeroyokan untuk mencegah konflik meluas," kata dia.
Selain melakukan pengamanan, polisi juga berkoordinasi dengan tokoh masyarakat dari kedua lingkungan. Upaya mediasi kemudian berlangsung di Mapolsek Mataram dengan menghadirkan perwakilan Lingkungan Petemon dan Peresak.
Menurut Kapolresta, persoalan ini murni kesalahpahaman. Seharusnya bisa diselesaikan dengan komunikasi. "Kami imbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi," imbaunya.
Masyarakat juga diminta tidak menyebarkan informasi yang belum tentu kebenarannya. Sehingga, tidak semakin membuat gaduh. "Persoalan ini diminta agar sepenuhnya diserahkan kepada pihak kepolisian," tegasnya.
Kombes Pol Hendro meminta masyarakat menahan diri dan tidak terpancing emosi. "Harus tetap tenang dan tidak mengambil langkah sendiri," peringatnya.
Untuk mengantisipasi kemungkinan konflik susulan, sejumlah personel kepolisian masih bersiaga di lokasi kejadian. "Kami pastikan situasi tetap aman. Personel akan terus berjaga untuk mencegah kemungkinan terjadinya kericuhan lanjutan. Terlebih dalam suasana Idul Fitri yang harusnya penuh kedamaian," tutupnya. (arl)
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin