LombokPost--Warga Dusun Banyumulek Timur, Desa Banyumulek, Kecamatan Kediri, Lombok Barat, dikejutkan oleh peristiwa tragis yang menimpa seorang pria berinisial J, 38 tahun, Minggu (19/4).
Korban ditemukan meninggal dunia di halaman rumahnya, diduga akibat bunuh diri setelah sebelumnya terlibat cekcok dengan sang istri.
Penemuan jenazah bermula dari kekhawatiran istri korban, NU, yang diketahui bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Singapura. Sebelum kejadian, keduanya sempat terlibat perselisihan melalui pesan singkat.
Merasa cemas, NU kemudian menghubungi tetangga korban berinisial SA, 55 tahun untuk meminta bantuan mengecek kondisi suaminya. Saat saksi mendatangi rumah korban, gerbang dalam kondisi terkunci dari dalam.
Ketika mencoba melihat ke dalam halaman, saksi mendapati korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Peristiwa tersebut langsung dilaporkan ke pihak kepolisian.
Aparat dari Polres Lombok Barat yang tiba di lokasi segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Tim identifikasi mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk sepeda motor dan telepon genggam milik korban.
Baca Juga: Pemilihan BPD, Wajib 30 Persen Keterwakilan Perempuan
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menemukan percakapan terakhir di ponsel korban yang diduga dengan istrinya, yang menjadi salah satu petunjuk penting dalam penyelidikan.
Plh. Kasatreskrim Polres Lombok Barat, Ipda Muhammad Abdullah, mengungkapkan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban berdasarkan hasil visum awal di Rumah Sakit Bhayangkara Mataram.
“Dari hasil olah TKP, keterangan saksi, serta pemeriksaan medis, sementara diduga korban meninggal dunia akibat bunuh diri yang dipicu persoalan rumah tangga,” jelasnya.
Pihak keluarga korban diketahui menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah.
Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi serta tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban di lingkungan sekitar.
Saat ini, jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan setelah seluruh proses identifikasi selesai dilakukan.
Editor : Kimda Farida