LombokPost - Satreskrim Polresta Mataram berhasil mengungkap kasus pembunuhan mahasiswi Universitas Mataram (Unram) Nadya Dwi Ratna (NDR). Pelakunya merupakan pria berinisial H.
Dari pantauan media ini, tim gabungan Jatanras Polda NTB bersama Polresta Mataram tiba di Mapolresta Mataram sekitar pukul 18.20 Wita. Pelaku berinisial H dibawa menggunakan mobil tim Opsnal warna putih.
Terlihat pelaku berinisial H mengenakan jaket putih. Saat digiring pelaku H terlihat pincang. Ada bekas tembakan pada bagian betis sebelah kiri.
Baca Juga: Kasus Pembunuhan Mahasiswi Unram, Radiet Tetap Berkelit Vira Dibunuh OTK
Pelaku H digiring ke ruang tahanan Jatanras Polresta Mataram.
Saat ditanyakan kenapa membunuh korban? "Saya reflek," sebut H sambil berjalan ke sel tahanan Jatanras.
Dari hasil olah TKP dan visum luar, polisi menemukan ada bekas luka jeratan pada NDR. Selain itu, diduga ada bekas luka dibagian badan korban.
Kasatreskrim Polresta Mataram AKP I Made Dharma YP mengaku, belum bisa membeberkan motif pelaku membunuh NDR. "Nanti kita akan rilis," sebut Dharma.
Baca Juga: Polisi Kantong Calon Tersangka Pembunuh Nadya Mahasiswi Unram
Diketahui, jenazah mahasiswi semester VI dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unram tersebut ditemukan Minggu (18/5) dini hari. Dia ditemukan hanya menggunakan pakaian dalam dan terlentang dengan kepala menghadap utara di atas kasur kamar kosnya.
Awalnya, salah seorang saksi dari rekannya yang ada di Jakarta menelpon korban, Jumat (16/5) malam. Namun, handphone korban tidak aktif.
Sehingga menghubungi keluarganya di rumah. Pihak keluarga datang ke kos korban keesokan harinya.
Pihak keluarga pun menggedor pintu kamar kosnya. Namun, tidak menyahut. Korban juga di telepon, handphone-nya tidak aktif.
Pihak keluarganya pun yang datang bersama teman korban berinisiatif melihat kondisi kamar kos dari ventilasi kamar. Saksi mencium aroma tidak sedap.
Lalu mencoba untuk menyenter, terlihat korban tergeletak di atas kasur. Pihak keluarga korban dan temannya pun meminta kunci kamar cadangan agar kamar kos bisa dibuka.
Setelah pintu kamar kos dibuka, mahasiswi asal Kecamatan Jereweh, Sumbawa Barat itu ditemukan telah meninggal. Pihak pemilik kos pun berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas setempat untuk melaporkan adanya penemuan mayat ke Mapolsek Selaparang. (arl/r6)
Editor : Prihadi Zoldic
Sumber : Lombok Post