LombokPost - Polresta Mataram berhasil mengungkap kasus pembunuhan mahasiswi Universitas Mataram (Unram) Nadya Dwi Ratna di Jalan Sakura, Gomong, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Tersangkanya Haikal Putra, 18 tahun, warga Punia, Kota Mataram.
”Pelaku ini merupakan residivis kasus curanmor (pencurian kendaraan bermotor). Dia sudah kami tetapkan tersangka,” kata Kasatreskrim Polresta Mataram AKP I Made Dharma YP, kemarin.
Haikal tidak memiliki hubungan apapun dengan korban. Dia murni ingin mencuri barang berharga milik korban. ”Motifnya akan mencuri,” jelasnya.
Setelah melakukan pencurian, Haikal membawa kabur handphone dan sepeda motor korban. “Handphonenya masih kami cari. Sedangkan sepeda motornya sudah kami amankan,” kata dia.
Baca Juga: Sebulan Lebih Kasus Pembunuhan Mahasiswi Unram Nadya Belum Juga Terungkap
Sepeda motor korban dimodifikasi untuk menghilangkan jejak. ”Sepeda motornya dipreteli agar tidak dikenali,” jelasnya.
Dari informasi yang didapatkan, korban biasanya menyimpan sepeda motornya di dalam kamar kos. Kemudian, Haikal masuk lewat pintu belakang, yang saat itu dalam keadaan tertutup namun tidak terkunci. ”Memang masuk kamar kos,” terangnya.
Dharma mengatakan, pengungkapan kasus tersebut berdasarkan koordinasi dengan tim Jatanras Polda NTB. ”Kami sudah cukup lama melakukan penyelidikan,” jelasnya.
Atas perbuatannya, Haikal dijerat pasal 458 ayat (1) Undang-undang Nomor 1 Tahun 2023 KUHP. ”Kami kenakan pasal pembunuhan,” jelasnya.
Sementara, Haikal mengaku tidak mengenal korban. Dia mendatangi kos korban di wilayah Gomong hanya untuk mencuri dua handphone dan motor korban, Senin (13/7).
Baca Juga: Polisi Kantong Calon Tersangka Pembunuh Nadya Mahasiswi Unram
Dia tidak memiliki niatan untuk membunuh korban. Hanya saja, saat dia hendak beraksi, korban melawan. “Saya refleks, saya cekik dan bekap dengan bantal,” kata Haikal.
Setelah mencuri barang korban, Haikal membuang kunci kos milik korban di sungai dekat Toko Boxy Mataram. ”Handphone saya buang di SMK 2 Kuripan (Lombok Barat),” jelasnya.
Haikal mengaku ketakutan ketika kasus kematian Nadya ini diusut polisi. Dia bersembunyi di wilayah Mataram untuk menghindar. ”Di Mataram saja sembunyi,” kata dia.
Mengenai rencana kabur ke Malaysia, Haikal mengaku dirinya hanya akan pergi bekerja di Negeri Jiran itu. “Saya ga kabur, mau pergi kerja, merantau,” sebutnya.
Editor : Akbar Sirinawa