Pengacara Keluarga Nadya Apresiasi Kinerja Polresta Mataram Berhasil Ungkap Kasus Pembunuhan

Suharli Harli • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 20:09 WIB
Penasihat Hukum Keluarga Nadya, Lalu Anton Hariawan (kiri) bersama Kapolresta Mataram Kombes Pol Hendro Purwoko memberikan apresiasi kepada tim Satreskrim Polresta Mataram yang berhasil mengungkap kasus pembunuhan di Mapolresta Mataram, Jumat (31/7). (HARLI/LOMBOK POST)
Penasihat Hukum Keluarga Nadya, Dr Lalu Anton Hariawan (kiri) bersama Kapolresta Mataram Kombes Pol Hendro Purwoko memberikan apresiasi kepada tim Satreskrim Polresta Mataram yang berhasil mengungkap kasus pembunuhan di Mapolresta Mataram, Jumat (31/7). (HARLI/LOMBOK POST)

LombokPost - Hampir dua bulan kasus pembunuhan mahasiswi Universitas Mataram (Unram) Nadya Dwi Ramadhany terungkap. Pelakunya, merupakan residivis kasus pencurian, Haekal Putra.

Penasihat Hukum Keluarga Nadya, Lalu Anton Hariawan mengapresiasi kinerja Polresta Mataram. "Saya tahu betul kasus ini sulit diungkap," kata Anton.

Penyidik terus berkoordinasi di lapangan. Mulai dari mencari barang bukti hingga sampai menemukan pelaku. "Saya tahu betul bagaimana penyidik bisa mengungkap kasus ini. Mereka bekerja siang dan malam," kata pengacara yang bergelar doktor itu.

Koordinasi yang kuat seluruh personel di Polresta Mataram dapat menjadi contoh dalam mengungkap suatu kasus. "Kami sangat berterimakasih kepada Kapolresta Mataram dan Kasatreskrim dan jajarannya," kata Anton.

Baca Juga: Sebulan Lebih Kasus Pembunuhan Mahasiswi Unram Nadya Belum Juga Terungkap 

Sebelumnya, Ia juga sudah membuat sayembara agar sepeda motor korban dapat ditemukan. Untuk bisa menemukan itu, sebenarnya sangat sulit. "Kami salut dengan perjuangan pihak kepolisian," kata pengacara yang pimpin DPD KAI NTB itu.

Ibu kandung Nadya, Eny Widyawati tidak bisa menahan tangis saat tersangka pembunuh anaknya bisa ditangkap. "Kami mewakili keluarga Nadya Dwi Ramadhany dan saya sebagai ibu mengucapkan terimakasih, kepada Polresta Mataram, Satreskrim atas kerja keras sehingga dalam waktu kurang lebih dua bulan pelaku pembunuh anak kami berhasil di temukan," kata Eny dengan meneteskan air mata.

Baca Juga: Polisi Kantong Calon Tersangka Pembunuh Nadya Mahasiswi Unram

Diketahui, jenazah mahasiswi semester VI dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unram tersebut ditemukan Minggu (18/5) malam. Dia ditemukan hanya menggunakan pakaian dalam dan terlentang dengan kepala menghadap utara di atas kasur kamar kosnya. 

Awalnya, salah seorang saksi dari rekannya yang ada di Jakarta menelpon korban, Jumat (16/5) malam. Namun, handphone korban tidak aktif. 

Sehingga menghubungi keluarganya di rumah. Pihak keluarga datang ke kos korban keesokan harinya. 

Pihak keluarga pun menggedor pintu kamar kosnya. Namun, tidak menyahut. Korban juga di telepon, handphone-nya tidak aktif.

Pihak keluarganya pun yang datang bersama teman korban berinisiatif melihat kondisi kamar kos dari ventilasi kamar. Saksi mencium aroma tidak sedap. 

Lalu mencoba untuk menyenter, terlihat korban tergeletak di atas kasur.  Pihak keluarga korban dan temannya pun meminta kunci kamar cadangan agar kamar kos bisa dibuka. 

Setelah pintu kamar kos dibuka, mahasiswi asal Kecamatan Jereweh, Sumbawa Barat itu ditemukan telah meninggal. Pihak pemilik kos pun berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas setempat untuk melaporkan adanya penemuan mayat ke Mapolsek Selaparang. 

Editor : Kimda Farida
Nadya Dwi Ramadhany lalu anton hariawan pengungkapan kasus Polresta Mataram pembunuhan