Difasilitasi Polresta Mataram, Pemuda Jatisela dan Sesela Akhirnya Berdamai

Nurul Hidayati • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 06:00 WIB
MEDIASI: Polresta Mataram fasilitasi media Desa Sesela dan Desa Jatisela di Command Centre Polresta Mataram, Senin (14/9). (Humas Polresta Mataram For Lombok Post)
MEDIASI: Polresta Mataram fasilitasi media Desa Sesela dan Desa Jatisela di Command Centre Polresta Mataram, Senin (14/9). (Humas Polresta Mataram For Lombok Post)

LombokPost - Keributan antar kelompok pemuda Dusun Johar Pelita, Desa Jatisela dengan Pemuda Dusun Kebon Lauk, Desa Sesela, Kecamatan Gunungsari berujung damai. Proses islah itu difasilitasi Polresta Mataram, Senin (14/9).

"Diharapkan kejadian seperti ini tidak terulang kembali dan apabila terjadi lagi maka akan kami tindak tegas serta diproses hukum," tegas Kapolsek Gunungsari AKP Imran Rosyadi saat memimpin pertemuan mediasi.

Pertemuan penting tersebut turut dihadiri oleh Danramil Gunungsari Kapten Inf Hamdan, Sekcam Gunungsari M Musanip, Kades Jatisela Sapiudin, Kades Sesela Taufik, serta para kepala dusun dan perwakilan pemuda dari kedua belah pihak.

Baca Juga: Camat Gunungsari Pastikan Konflik Antar Kampung Sesela dan Jatisela Berakhir Damai

Langkah mediasi ini diambil untuk memulihkan kondusivitas wilayah serta mencegah potensi konflik susulan di kawasan perbatasan kedua desa.

Pemerintah Kecamatan Gunungsari menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh penyelesaian konflik secara permanen demi kenyamanan dan keharmonisan seluruh warga desa.

Langkah hukum yang tegas akan langsung diberlakukan tanpa toleransi jika ada oknum yang sengaja memprovokasi kerusuhan kembali di kemudian hari.

Baca Juga: SMAN 1 Gunungsari Rehabilitasi 16 Ruang, Siswa Belajar di Kelas Darurat

"Setelah ditandatangani Surat Pernyataan Perdamaian ini kami berharap tidak ada pihak yang dirugikan dan apabila ada yang melanggar maupun mengulangi lagi maka akan ditindak tegas," kata Sekcam Gunungsari M. Musanip.

Dalam pertemuan itu, masing-masing pihak pemerintah desa sepakat untuk menanggung biaya pengobatan korban luka serta perbaikan kendaraan rusak akibat insiden tersebut secara mandiri melalui jajaran Pemdes.

Kesepakatan ini diambil guna menghilangkan rasa dendam antar kelompok warga sehingga proses pemulihan hubungan dapat berjalan lebih cepat.

Baca Juga: DPRD Ismul Dorong Pembukaan Akses Jalan Baru ke Gunungsari

"Sesuai dengan yang disampaikan Kapolsek Gunungsari apabila kejadian perkelahian dua dusun ini terulang kembali maka akan ditindak tegas dan diproses secara hukum," ujar Danramil Gunungsari Kapten Inf Hamdan.

Guna mengantisipasi potensi gesekan berulang, pihak pemerintah desa di masing-masing wilayah berencana merumuskan aturan adat berupa awik-awik yang mengatur sanksi lokal bagi pemuda yang memicu keributan. Pengawasan ketat juga akan diterapkan pada berbagai kegiatan keramaian masyarakat agar tidak disusupi oleh konsumsi minuman keras maupun hiburan yang memicu emosi.

Langkah preventif ini dinilai sangat strategis mengingat dinamika wilayah yang memerlukan stabilitas keamanan yang mantap menjelang penyelenggaraan agenda-agenda besar daerah. Seluruh elemen masyarakat diimbau untuk saling menjaga ketertiban serta menyerahkan setiap penanganan masalah hukum sepenuhnya kepada pihak berwajib.

"Setelah Surat Pernyataan Damai ini ditandatangani diharapkan kejadian serupa tidak terulang kembali, apabila ada yang melanggar maka kami harap pelaku ditindak tegas," pungkas perwakilan dusun Kadus Johar Pelita Imam saat menyampaikan komitmen bersama.

Editor : Rury Anjas Andita
Sumber : Lombok Post
keributan Jatisela maulid pemuda Sesela