LombokPost - Polresta Lombok Tengah menegaskan bahwa video pembakaran yang viral di media sosial mengenai dugaan insiden keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Batukliang adalah kabar bohong atau hoaks.
Kapolresta Loteng Kombes Pol Hariyanto menyatakan, kepastian tersebut diperoleh setelah personelnya melakukan verifikasi dan pengecekan langsung di lapangan. Hasilnya, peristiwa yang terekam dalam tayangan video yang memicu kehebohan netizen itu dipastikan tidak terjadi di wilayah hukum Loteng.
“Kami sudah melakukan verifikasi terhadap informasi yang beredar,” tegas Kombes Pol Hariyanto, Senin (14/9).
Baca Juga: Mitra Sudah Bangun Dapur dan Berutang, Aktivasi SPPG Masih Ditunda BGN
Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan lebih bijak dalam menyaring informasi sebelum membagikannya ke media sosial.
“Hal ini demi mencegah keresahan dan kesimpangsiuran informasi yang dapat mengganggu situasi kamtibmas di wilayah Lombok Tengah,” pungkas Hariyanto.
Hasil pantauan Lombok Post di lokasi, situasi di sekitar dapur SPPG Lombok Tengah Mekar Bersatu tampak tenang dan lengang. Tidak ada aktivitas pengolahan makanan, namun sejumlah personel kepolisian tampak disiagakan untuk mengamankan area pascainsiden dugaan keracunan yang menimpa 335 siswa.
Baca Juga: Usai Bikin Heboh Pasca Keracunan Ratusan Siswa, Pemilik Yayasan SPPG Lombok Tengah Minta Maaf
Sementara, Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Mohammad Kholid menegaskan, hasil pengecekan tidak menemukan adanya peristiwa pembakaran dapur SPPG sebagaimana yang diklaim dalam video tersebut.
"Setelah dilakukan pemeriksaan dan verifikasi di sejumlah wilayah tidak ditemukan adanya peristiwa seperti yang dinarasikan dalam video tersebut," singkatnya.
Editor : Akbar SirinawaSumber : Liputan Berita Lombok Post