Razia Lapas Lombok Barat, Tim Gabungan Temukan Barang Terlarang di Kamar Napi 

Jelo J • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 20:12 WIB
Tim menggeledah kamar warga binaan saat operasi razia gabungan di Lapas Kelas IIA Lobar, Rabu malam (16/9).
Tim menggeledah kamar warga binaan saat operasi razia gabungan di Lapas Kelas IIA Lobar, Rabu malam (16/9). 

LombokPost-Tim gabungan TNI, Polri, dan Badan Narkotika Nasional (BNN) NTB bersama Ditjen Pemasyarakatan NTB menggelar razia di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Lombok Barat (Lobar), Rabu malam (16/9). Mereka memeriksa tiap blok tahanan. 

Dalam razia itu, tim gabungan satu per satu menggeledah kamar warga binaan pemasyarakatan (WBP). Tidak hanya itu, sejumlah narapidana (Napi) juga dites urine. 

Dari pantauan lapangan, tim menemukan sejumlah barang terlarang, seperti pisau, cutter, alat cukur, sendok, sikat gigi, dan cermin, botol parfum. "Barang tersebut sudah kita amankan. Barang itu dilarang masuk karena membahayakan bagi WBP yang lain," kata Kakanwil Ditjenpas NTB Ketut Akbar Herry Achjar usai operasi, Rabu malam (16/9).

Hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya narkoba di dalam kamar para napi. Hanya saja, pada saat proses tes urine, ada satu narapidana yang positif mengandung midazola. "Setelah kami cek ternyata warga binaan itu dalam kondisi sakit. Baru mengonsumsi obat," kata dia. 

Baca Juga: Polisi Gulung Pembudidaya dan Pengedar Magic Mushroom di Gili Trawangan 

Obat yang dikonsumsi warga binaan tersebut langsung disita. Selanjutnya, dikoordinasikan dengan dokter yang berada di klinik Lapas. "Jadi tidak ada warga binaan yang positif menggunakan narkoba," ungkapnya. 

Akbar mengatakan, kegiatan tersebut bagian sinergi lintas sektor dalam memperkuat pengawasan pemasyarakatan. “Sinergi dengan APH merupakan langkah strategis dalam memperkuat pengawasan dan deteksi dini. Kami ingin memastikan lingkungan pemasyarakatan tetap aman, tertib, dan tidak menjadi ruang bagi peredaran narkoba maupun masuknya barang-barang terlarang,” ujar Akbar.

Kalapas Lombok Barat Dadang Rais Saputro mengatakan, razia dan tes urine merupakan langkah preventif untuk menjaga keamanan sekaligus memperkuat komitmen Zero Halinar. “Kami terus memperkuat pengawasan dan deteksi dini melalui kegiatan seperti ini. Sinergi bersama TNI, Polri, dan BNN menjadi bagian penting untuk memastikan Lapas Lombok Barat tetap aman, tertib, dan bebas dari handphone serta narkoba,” ujar Dadang.

Baca Juga: Dana Desa Kotaraja Diduga Dipakai Kades dan Bendahara untuk Main Judol

Lapas Lombok Barat akan terus memperkuat pengawasan dan sinergi dengan APH guna menjaga keamanan serta mendukung pelaksanaan pembinaan warga binaan. "Upaya itu bentuk langkah antisipasi hal-hal buruk yang tidak diinginkan. Agar proses pembinaan di Lapas berjalan dengan baik," tandasnya. (arl/r5)

Editor : Jelo J
Sumber : Lombok Post
Lapas Lombok Barat Razia Barang Terlarang