Diperiksa Auditor BPK, Eks Kadispar NTB Irit Bicara soal Dugaan Korupsi Dana Banper LSMC

Jelo J • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 11:37 WIB
Mantan Kadispar NTB Jamaluddin Malady duduk di loby kantor Kejati NTB usai diperiksa, Senin (21/9).
Mantan Kadispar NTB Jamaluddin Malady duduk di loby kantor Kejati NTB usai diperiksa, Senin (21/9). 

LombokPost-Mantan Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) NTB Jamaluddin Maladi kembali diperiksa di Kejati NTB, Senin (21/9).

Kali ini, dia dicecar auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) kaitan dengan korupsi event Lombok Sumbawa Motocross Competition (LSMC) tahun 2023.

Pantauan Lombok Post, Jamal sempat pergi ke Masjid Kejati NTB di sela istirahat pemeriksaan. Ketika ditanya keberadaannya di kejaksaan, Karo Pemerintahan Setda NTB ini irit bicara. "Saya salat dulu," kelitnya. 

Jalam sempat diperiksa kembali. Dia selesai diperiksa sekitar pukul 18.00 Wita. "Bukan penyidik yang periksa saya. Tetapi auditor dari BPK," kata Jamal. 

Baca Juga: Mantan Pj Gubernur NTB Diperiksa Jaksa Terkait Dugaan Korupsi Penyelenggaraan LSMC, Begini Penjelasannya

Pemeriksaannya berkaitan dengan laporan pertanggungjawaban atas penggunaan anggaran event LSMC. Sebelumnya, ada temuan dari Itjen Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) terkait dengan penggunaan anggaran event tersebut Rp 2,5 miliar. Namun, temuan itu sudah dikembalikan. "Tinggal 700-an juta yang belum dikembalikan. Yang belum kembalikan adalah vendor," sebut dia. 

Juru Bicara Kejati NTB Harun Al Rasyid membenarkan adanya pemeriksaan terhadap Jamaluddin Malady. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk kebutuhan penghitungan kerugian keuangan negara. "Kalau penyidik masih lengkapi berkasnya," kata Harun. 

Kasus tersebut sudah masuk dalam tahap penyidikan. Ada beberapa saksi yang perlu dimintai keterangan tambahan lagi. "Kalau ada yang diperiksa, itu berarti bagian dari penyidik melengkapi berkas," jelasnya.

Sebelumnya, jaksa sudah memeriksa sejumlah saksi, di antaranya mantan Pj Gubernur NTB Lalu Gita Ariadi dan pihak dari PT Samota Enduro Gemilang (SEG). "Banyak saksi yang sudah diperiksa," kata dia. 

Diketahui, panitia Motocross Lombok Sumbawa 2023 dari Dinas Pariwisata NTB awalnya mengajukan proposal ke pemerintah pusat. Proposal itu diajukan saat Zulkieflimansyah menjadi Gubernur NTB. 

Namun, anggaran yang panitia ajukan belum dicairkan. Ketika masa jabatan beralih ke Pj Gubernur NTB, Lalu Gita Ariadi, pemerintah pusat menggelontorkan anggaran mencapai Rp 24 miliar. Anggaran puluhan miliar itu salah satunya digunakan untuk keperluan Motocross di Sirkuit Tohpati Sayang-Sayang, Kota Mataram. 

Dari hasil audit Itjen Kemenparekraf, potensi kerugian event Motocross Lombok-Sumbawa 2023 mencapai Rp 2,6 miliar. Potensi kerugian itu berasal dari kelebihan bayar kepada penyedia jasa dan kekurangan pembayaran pajak.

Potensi kerugian itu terdiri dari pembayaran kepada rekanan sebesar Rp 1,2 miliar, kekurangan pembayaran pajak senilai Rp 404 juta, selisih pembayaran oleh Ikatan Motor Indonesia (IMI) sebesar Rp 601 juta, dan kekurangan pajak dari IMI NTB senilai Rp 356 juta. Selain itu, ditemukan juga kelebihan anggaran perjalanan dinas sebesar Rp 6,2 juta. 

Editor : Jelo J
Sumber : Lombok Post
Jamaludin Maladi Dispar NTB Lombok Sumbawa Motocross Competition 2023 Korupsi