Kasus Guru Diduga Sodomi Santri di Lombok Barat Naik Penyidikan

Jelo J • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 15:19 WIB
Kasatreskrim Polresta Mataram AKP I Made Dharma YP.
Kasatreskrim Polresta Mataram AKP I Made Dharma YP.

LombokPost-Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Mataram telah menemukan alat bukti kasus kekerasan seksual di salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) di Lombok Barat (Lobar). Terlapornya merupakan seorang guru berinisial F, 30 tahun. 

Kasus tersebut kini ditingkatkan ke tahap penyidikan. "Sudah kami tingkatkan ke sidik (penyidikan) kasus itu," kata Kasatreskrim Polresta Mataram AKP I Made Dharma YP, Minggu (11/10). 

Meski sudah ditingkatkan ke tahap penyidikan, Dharma mengaku belum menetapkan terlapor menjadi tersangka. "Belum itu (tetapkan tersangka)," kata dia. 

Saat ini penyidikan sedang memperkuat alat bukti dengan memeriksa sejumlah saksi. "Pemeriksaan saksi masih berjalan," ujarnya. 

Baca Juga: Polisi Selidiki Guru Ponpes Diduga Sodomi Santri di Lombok Barat

Namun, dia enggan menyebut siapa saja yang sudah diperiksa saat proses penyidikan. "Semua yang sudah kita periksa saat proses lidik akan kami periksa lagi saat sidik," jelasnya. 

Selain saksi, Dharma juga mengaku telah meminta keterangan ahli untuk perkara ini. Salah satunya ahli psikologi. "Kalau ahli sudah kita periksa," ujarnya. 

Ketua Lembaga Perlindungan (LPA) Mataram Joko Jumadi menerangkan, pihaknya sudah memberikan pendampingan terhadap korban. Itu setelah pihaknya menerima laporan dari korban. 

Atas dasar laporan yang diterima, LPA Kota Mataram melaporkan tindakan yang diduga dilakukan F. "Dia merupakan seorang guru dan mengajar di dua Ponpes. Yakni Ponpes L dan AH di wilayah Lobar," sebutnya. 

Korbannya adalah santri laki-laki yang masih usia anak. Salah satu korban merupakan disabilitas yang masih duduk di bangku sekolah dasar. 

Modusnya, terlapor diduga melakukan manipulasi hingga memaksa korban. "Dia (korban) dipaksa, dipegang. Namanya anak-anak nggak berani nolak," tuturnya. (arl/r5)

Editor : Jelo J
Sumber : Lombok Post
sodomi santri Ponpes Polresta Mataram Lombok