Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

IKALOGI Udayana Gandeng IDI NTB dan RSAM Narmada Lakukan Penyuluhan Deteksi Dini Kanker Serviks

Hamdani Wathoni • Sabtu, 10 Mei 2025 | 18:16 WIB
BAKTI SOSIAL: IKALOGI Udayana bekerja sama dengan IDI Provinsi NTB, IDI Cab Lombok Barat,  serta Rumah Sakit Awet Muda (RSAM) Narmad menggelar penyuluhan deteksi dini kanker serviks, Sabtu (10/5).
BAKTI SOSIAL: IKALOGI Udayana bekerja sama dengan IDI Provinsi NTB, IDI Cab Lombok Barat, serta Rumah Sakit Awet Muda (RSAM) Narmad menggelar penyuluhan deteksi dini kanker serviks, Sabtu (10/5).

LombokPost – Kanker serviks menjadi salah satu penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia bagi perempuan.

Hal ini disebabkan kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya langkah pencegahan terhadap faktor penyebab terjadinya penyakit ini.

Hal ini kemudian membuat Ikatan Alumni Obstetri dan Ginekologi Universitas Udayana (IKALOGI Udayana)  bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi NTB, IDI Cab Lombok barat,  serta Rumah Sakit Awet Muda (RSAM) Narmada menggelar acara penyuluhan deteksi dini kanker serviks.

Acara ini juga dirangkai dengan bakti sosial pemeriksaan IVA.

Ketua IKALOGI Udayana dr. I Kade Yudi Saspriyana SpOG .,M.Biomed.,Subsp. Onk menjelaskan jika pihaknya berusaha memberikan pemahaman kepada masyarakat melalui penyuluhan deteksi dini kanker serviks.

Agar mereka bisa memahami apa saja gejala dan langkah yang bisa dilakukan untuk pencegahan.

”Selain penyuluhan, kami melakukan kegiatan pemeriksaan IVA. Ini adalah pemeriksaan menggunakan asam asetat,” jelas dokter ahli kandungan konsultan kanker kandungan di RSUP Prof I.G.N.G. Ngoerah Denpasar Bali tersebut.

Kanker serviks dijelaskannya adalah kanker pertama pada organ kandungan yang terbanyak menjangkiti perempuan di Indonesia maupun dunia.

Penyebabnya selama ini sudah diketahui dengan jelas akibat virus.

Angka penderita kanker serviks saat ini dikatakan Dokter Yudi, sapaannya terus meningkat.

”Kami berharap melalui keberlanjutan penyuluhan seperti ini, deteksi dan pencegahan bisa dilakukan. Sehingga kualitas hidup perempuan Indonesia semakin baik,” harapnya.

Penyebab kanker serviks dikatakannya adalah human papiloma virus. Ini adalah jenis virus yang masuk melalui leher rahim.

Beberapa faktor yang mempermudah masuknya virus ke dalam leher rahim biasanya akibat menikah usia muda, hingga bergonta-ganti pasangan atau seks bebas.

Hal ini menjadi faktor yang mempermudah masuknya virus. 

”Virus ini ada di leher rahim dan menetap disana secara konsisten. Maka jangan biarkan virus ini menetap. Sehingga bisa dilakukan pemeriksaan IVA di setiap puskesmas dan gratis,” urainya.

Sayangnya, masih banyak masyarakat yang enggan melakukan pemeriksaan karena alasan tidak nyaman.

Padahal pemeriksaan IVA sangat mudah dilakukan dan berkala tiap tiga tahun sekali.

Masyarakat bisa meminta bantuan bidan yang ada di puskesmas maupun rumah sakit. Sehingga kesadaran masyarakat terhadap upaya pencegahan kanker serviks diharapkan bisa meningkat.

dr. H Ahmad Fadhli Busthomi, SpOG.,M.Biomed.,M.H.Kes menyampaikan jika IDI NTB mendukung kegiatan ini sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan penyuluhan ini juga sebagai bentuk nyata turun ke masyarakat.

”Perlu diketahui jika ini adalah kanker yang paling bisa dicegah. Karena penyebabnya jelas,  perjalanannya juga lama 3-17 tahun. Namun karena tidak bergejala, maka masyarakat sering tidak menyadari dan harus dicek aktif menggunakan pemeriksaan salah satunya IVA,” jelas pria yang juga menjadi Koordinator IKALOGI Udayana wilayah NTB. 

Dokter Fadhli menyampaikan jika kanker serviks ini menjadi pembunuh nomor dua bagi wanita setelah kanker payudara.

Kemudian 50 persen perempuan yang sudah terpapar kanker itu berisiko meninggal dunia.

Selain itu, Provinsi NTB saat ini menduduki posisi ketiga nasional tingginya angka kanker serviks, sebuah prestasi yang tidak layak dibanggakan.

”Maka sebelum menjadi kanker definitif, pemeriksaan dan pencegahan perlu digencarkan,” jelas dokter yang bertugas di RSUD Provinsi NTB tersebut.

Namun yang menjadi penegasan Dokter Fadhli jangan kesadaran dan kepedulian pencegahan kanker serviks ini hanya diserahkan kepada perempuan.

Para laki-laki diharapkan lebih peduli kepada istrinya, ibunya, atau adiknya agar lebih sadar dalam upaya deteksi dini dan pencegahan.

”Faktornya menikah muda dan berganti pasangan kawin cerai ini yang jadi PR kita bersama, termasuk bagaimana agar deteksi dini bisa terjadi, sehingga tidak lagi seperti sekarang, sekitar 70 persen, datang pada stadium lanjut. Kanker serviks ini bisa dicegah,” jelas pria yang kini sedang menjalani pendidikan konsultan ahli kanker kandungan di Universitas Airlangga Surabaya ini.

Sementara Direktur RSUD Awet Muda Narmada dr. Erick Gunawan menyampaikan pihaknya sangat mendukung kegiatan promosi atau preventif terhadap penyakit kanker serviks.

Sehingga dia menyambut hangat kegiatan penyuluhan yang dilakukan oleh pihak IKALOGI Udayana.

Dia juga menjelaskan jika sasaran kegiatan penyuluhan ini adalah mereka yang berpotensi mengalami kanker serviks.

”Saya yakin pasti ada (yang berpotensi mengidap kanker serviks). Karena kami Rumah Sakit Tipe C, maka ketika kami screening dan menemukan kasus kanker, pasti akan kami rujuk ke tipe B. Kami di RSUD Awet Muda Narmada akan memaksimalkan pencegahan dan memberikan layanan terbaik kepada masyarakat,” paparnya. 

Masyarakat terlihat sangat antusias dalam menerima penyuluhan dan pelayanan ini, terlihat hadir Ketua Pengmas IDI Wilayah NTB dr. L. M. Editia Subihardi Sp.U.,M.Ked.Klin.,FICS, beserta jajaran, pengurus dan anggota IDI Cab Lombok Barat.

Pihak Dinkes Kab Lombok barat, Bidan Bidan senior dan kolega, tampak juga antusiasme para dokter untuk turun melayani masyarakat, termasuk peserta didik pendidikan dokter spesialis obgin FK Unram dan FK Udayana.

Tampak hadir pula banyak dokter dokter Obgin dari seluruh daerah di NTB, termasuk dokter yang selama ini familiar di Masyarakat, seperti dr. Sutama, SpOG dari Lombok Tengah, dr. Musa Taufiq, SpOG dari mataram, dr. IB Yudha, SpOG, serta juga hadir dokter senior dr. Sepidiarta, SpOG dari Lombok Barat. (ton)

Editor : Kimda Farida
#IDI NTB #Pemkab Lobar