Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Waspada Covid-19 Varian XEC, Menyebar Cepat di Asia dan Mengincar Lansia

Alfian Yusni • Sabtu, 31 Mei 2025 | 16:11 WIB
Covid-19 varian XEC menjadi perhatian karena penyebarannya yang masif.  (istimewa)
Covid-19 varian XEC menjadi perhatian karena penyebarannya yang masif.  (istimewa)

LombokPost - Penyebaran Covid-19 kembali jadi sorotan. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kembali menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

Hal ini menyusul temuan kasus Covid-19 varian baru yang mulai menyebar di sejumlah negara Asia.

Covid-19 varian XEC menjadi perhatian karena penyebarannya yang masif. Varian XEC telah terdeteksi di Thailand, Malaysia, Hongkong, hingga Singapura, dengan laju penularan yang tujuh kali lebih cepat dibandingkan flu biasa.

Kemenkes RI menyampaikan bahwa hingga akhir Mei 2025, varian XEC belum terdeteksi di Indonesia. Namun, masyarakat diimbau tetap waspada.

Dalam surat edaran resmi yang ditandatangani Pelaksana Tugas Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Murti Utami, pada 23 Mei 2025.

Disebutkan bahwa langkah preventif harus segera dilakukan untuk mencegah penyebaran varian baru Covid-19 di Indonesia.

Varian XEC Covid-19 Belum Masuk Indonesia, Tapi...

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, memastikan bahwa varian XEC belum terdeteksi di tanah air.

“Hingga 17 Mei 2025, dari 18 spesimen yang diperiksa, semua hasilnya negatif Covid-19,” jelasnya.

Meskipun begitu, subvarian XEC ini sudah menyebar luas di kawasan Asia seperti Thailand, Jepang, dan Singapura.

 

Varian ini disebut sebagai turunan dari Omicron yang pertama kali muncul di Jerman pada Juni 2024 dan menyumbang 45 persen kasus Covid-19 di Amerika Serikat pada akhir 2024.

Varian XEC menunjukkan keunggulan dalam penularan, meski belum terbukti menyebabkan gejala lebih parah dibanding varian sebelumnya.

Covid-19 Varian XEC Menyerang Lansia

Menteri Kesehatan Masyarakat Thailand, Somsak Thapsutin, mengungkapkan bahwa sekitar 80 persen kasus kematian akibat Covid-19 varian XEC terjadi pada kelompok lansia.

Karena itu, perlindungan terhadap kelompok rentan menjadi prioritas utama.

Menurut Somsak, meskipun gejalanya ringan seperti demam, batuk, dan kelelahan, varian ini menyebar sangat cepat.

"Jenis ini tidak terlalu parah, tetapi sangat cepat menyebar," katanya, dikutip dari Bangkok Post.

Imbauan Kemenkes: PHBS, CTPS, dan Masker

Untuk mencegah penyebaran varian Covid-19 XEC dan varian lain, Kemenkes meminta Dinas Kesehatan daerah untuk mengingatkan masyarakat agar terus menerapkan PHBS.

Beberapa langkah yang dianjurkan:

Mencuci tangan pakai sabun (CTPS)

Menggunakan hand sanitizer

Memakai masker saat sakit atau berada di kerumunan

Segera periksa ke faskes jika muncul gejala saluran pernapasan, apalagi jika punya riwayat kontak risiko tinggi.

Data Covid-19 di Indonesia Menurun, Tapi Jangan Lengah

Meski kasus Covid-19 di Indonesia masih rendah dan angka kematiannya juga minim, Kemenkes tetap meminta masyarakat tak lengah.

Pada pekan ke-20, hanya ada 3 kasus konfirmasi positif dengan positivity rate 0,59 persen.

Varian yang dominan beredar di Indonesia adalah MB.1.1, bukan XEC.

Tetap Waspada, Lindungi Lansia

Covid-19 varian XEC belum masuk Indonesia, tapi potensi penyebarannya tetap menjadi ancaman, apalagi dengan cepatnya laju penularan varian ini. Lansia jadi kelompok yang paling rentan.

Pemerintah dan masyarakat perlu bekerja sama menjaga kesehatan dengan menerapkan PHBS dan kewaspadaan dini. Jangan tunggu kasus melonjak, cegah sebelum meluas. (***)

 

Editor : Alfian Yusni
#Covid-19 #varian baru #varian XEC #Lansia