Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tertawa: 'Obat Sakit' Alami Paling Ampuh? Ini Kata Sains dan Manfaatnya untuk Tubuh

Sanchia Vaneka • Kamis, 12 Juni 2025 | 08:06 WIB

 

Tertawa adalah pain killer
Tertawa adalah pain killer



Lombok Post -  Siapa sangka, aktivitas sederhana seperti tertawa ternyata menyimpan kekuatan luar biasa sebagai pereda nyeri alami. Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, tertawa bukan hanya sekadar ekspresi kegembiraan, melainkan sebuah mekanisme biologis yang secara ilmiah terbukti dapat mengurangi rasa sakit.

Fenomena ini semakin banyak diteliti dan menunjukkan bahwa tawa bisa menjadi "pain killer" efektif yang tidak memerlukan resep.

Endorfin: Kunci di Balik Efek Ajaib Tawa

Penelitian ilmiah telah berulang kali menunjukkan bahwa tertawa memicu pelepasan endorfin, senyawa kimia alami dalam tubuh yang berfungsi sebagai pereda nyeri dan peningkat mood.

Endorfin sering disebut sebagai "morfin alami" tubuh karena kemampuannya dalam memblokir sinyal rasa sakit dan menghasilkan perasaan euforia.


Ketika kita tertawa, terutama tawa yang lepas dan dari hati, otak kita akan memproduksi dan melepaskan endorfin.

Peningkatan kadar endorfin ini tidak hanya mengurangi persepsi rasa sakit, tetapi juga dapat meningkatkan ambang batas toleransi nyeri seseorang.

 


Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Proceedings of the Royal Society B menemukan bahwa tertawa berkelompok atau tawa yang intens dapat meningkatkan ambang batas nyeri hingga 10% lebih tinggi dibandingkan kondisi normal. Hal ini mengindikasikan bahwa interaksi sosial yang diiringi tawa memiliki efek analgesik yang signifikan.


Lebih dari Sekadar Redakan Nyeri Fisik


Manfaat tawa sebagai pereda nyeri tidak hanya terbatas pada rasa sakit fisik. Tawa juga terbukti efektif dalam mengatasi nyeri psikologis, seperti stres, kecemasan, dan bahkan depresi ringan. Dengan melepaskan endorfin, tawa membantu mengurangi hormon stres seperti kortisol dan epinefrin, sehingga menciptakan perasaan rileks dan tenang.


Selain itu, tertawa juga:


Merelaksasi otot: Setelah tertawa, otot-otot akan mengalami relaksasi, membantu mengurangi ketegangan dan nyeri akibat ketegangan otot.

Meningkatkan sistem kekebalan tubuh: Dengan mengurangi stres, tertawa secara tidak langsung memperkuat sistem imun tubuh, menjadikannya lebih tahan terhadap penyakit.


Mengalihkan perhatian: Fokus pada tawa dapat mengalihkan pikiran dari rasa sakit, memberikan jeda mental yang sangat dibutuhkan.


Bagaimana Memaksimalkan 'Obat Tawa' Ini?


Tidak perlu menunggu momen lucu datang. Anda bisa mencoba:


* Menonton komedi: Film, serial, atau stand-up comedy yang memancing tawa.
* Berkumpul dengan orang-orang positif: Habiskan waktu dengan teman atau keluarga yang memiliki selera humor tinggi.
* Melakukan 'yoga tawa': Praktik yang melibatkan latihan tawa tanpa alasan, yang terbukti tetap memberikan manfaat fisiologis.
* Mengingat momen lucu: Pikirkan kembali pengalaman-pengalaman lucu yang pernah Anda alami.


Jadi, lain kali Anda merasakan nyeri ringan atau stres menghampiri, jangan ragu untuk mencari alasan untuk tertawa. Ini adalah "obat" alami yang mudah diakses, tanpa efek samping, dan pastinya sangat menyenangkan!

Editor : Akbar Sirinawa
#PAIN KILLER #KESEHATAN MENTAL #SETRESS #TERTAWA